Air Sungai Cibeber Cicurug Meluap, Rumah Warga di Dua Desa Terendam

BERITAUSUKABUMI.COM-Air Sungai Cibeber di Kecamatan Cicurug, yang melintasi Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meluap pada Rabu (3/4/2024).

Akibatnya bangunan rumah warga sekitar tergenang kena luapan air Sungai Cibeber. Informasi diperoleh, meluapnya air Sungai Cibeber terjadi sore pukul 15.00 hingga malam pukul 20.30 WIB. Warga terdampak meliputi Kampung Leuwi Orok, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.

Pantauan di lokasi, dua kampung di dua desa yang dilintasi aliran Sungai Cibeber diterjang banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Sungai Cibeber yang membelah wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meluap setelah wilayah utara diguyur hujan deras sejak sore pukul 15.00 WIB.

Pantauan di lokasi, dua kampung di dua desa yang dilintasi aliran Sungai Cibeber diterjang banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.

“Warga di belakang Pasar Parungkuda kebanjiran. Bangunan milik warga di bantaran sungai tergenang aliran Sungai Cicatih,” kata salah seorang warga, Didi Jaenulatif seperti dikutip sukabumiheadline.com, Rabu malam.

“Warga sebelahnya, Kampung Gobang Pasar, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar juga terdampak,”tambah pengurus Karang Taruna, Kecamatan Parungkuda itu.

Sejauh ini, belum ada informasi dari BPBD Kabupaten Sukabumi terkait jumlah kerugian dan korban.

Tebang Pohon Asep dan Oleh Tewas di Kebun Milik Bupati Sukabumi Marwan Hamami

Asep (50 tahun) warga Kampung Gunungbatu, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi dan Oleh (65 tahun) warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi, harus meregang nyawa setelah keduanya diketahui tertimpa batang pohon saat keduanya menebang pohon di kebun milik Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Informasi yang terhimpun, Asep dan Oleh tewas di kebun milik Bupati Marwan Hamami di Kampung Babakan Gudawang, RT 11/004 Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Fakta Gedung Capitol Sukabumi, Dulu Tempat Rekreasi Warga Belanda Kini jadi Tempat Pijat Plus-Plus

Dari catatan sejarah yang ada, Gedung Capitol Sukabumi dibangun pada 19 Juli 1930. Dahulunya Gedung Capitol Sukabumi merupakan ruang pertemuan dan rekreasi para warga Belanda yang bermukim di Sukabumi.

Bangunan ikonik ini dibangun oleh arsitek AF Aalbers dan Prof Charles Prosper Wolff Schoemaker. Gedung Capitol Sukabumi dijadikan tempat pertemuan sekaligus lokasi rekreasi lantaran wilayah Sukabumi tercatat sebagai kawasan yang disebut sebagai penghasil kopi terbaik.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.