BERITAUSUKABUMI.COM — Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi intensif di Kabupaten Cianjur.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat antusias mengikuti kegiatan yang digelar dalam suasana edukatif dan interaktif ini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Sawal Sani Tarigan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong literasi kesehatan masyarakat, khususnya tentang pentingnya menjadi peserta aktif dalam Program JKN.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi langsung dari penyelenggara. Dengan begitu, mereka paham cara mendaftar, menggunakan, hingga mengakses layanan kesehatan dengan benar menggunakan JKN,” ujar Sawal.
Ia menjelaskan, keberlanjutan Program JKN sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan prinsip gotong royong, program ini mendorong solidaritas sosial di bidang kesehatan.
“Yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu. Inilah yang membuat sistem ini bisa terus berjalan,” tambahnya.
Dorong Transformasi Digital dan Mutu Pelayanan
Sawal juga menyoroti perkembangan layanan digital BPJS Kesehatan, terutama melalui aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini dinilai efektif memudahkan peserta dalam mengakses berbagai layanan administratif secara mandiri.
“Lewat aplikasi, peserta bisa antre online, cek kepesertaan, hingga ubah data. Semuanya lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Tak hanya digitalisasi, BPJS Kesehatan juga tengah melakukan transformasi mutu layanan demi pemerataan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan (faskes), baik tingkat pertama maupun lanjutan.
“Kami pastikan seluruh peserta dilayani secara setara, mudah, dan cepat tanpa diskriminasi,” tegas Sawal.
Testimoni Peserta: JKN Sangat Membantu
Salah satu peserta sosialisasi, Jamilah (26), warga Cianjur, membagikan pengalamannya sebagai peserta JKN. Ia mengaku sangat terbantu saat menggunakan layanan JKN untuk berobat, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
“Biaya berobat semua ditanggung BPJS. Saya tidak keluar uang sepeser pun. Sangat membantu,” ungkapnya.
Jamilah juga memuji kemudahan penggunaan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN.“Dulu harus datang pagi-pagi, sekarang cukup daftar dari rumah. Praktis dan hemat waktu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan petugas BPJS Kesehatan Sukabumi yang menurutnya ramah dan informatif saat dirinya datang ke kantor untuk mengurus administrasi.“Petugasnya sigap dan menjelaskan dengan baik. Saya tidak bingung lagi,” imbuh Jamilah.
Harapan Sosialisasi Lebih Masif
Di akhir acara, Jamilah berharap kegiatan sosialisasi seperti ini bisa lebih sering digelar hingga ke tingkat desa.
“Masih banyak warga yang bingung soal alur layanan JKN. Kalau sering disosialisasikan, masyarakat makin paham dan tidak ragu menggunakan JKN,” harapnya.
Kegiatan ditutup dengan ajakan dari Sawal agar seluruh peserta aktif menjaga status keanggotaan JKN dengan membayar iuran tepat waktu, khususnya bagi peserta mandiri.
“Keaktifan peserta adalah kunci. Kami berharap semua pihak ikut menjaga keberlanjutan program ini,” tutup Sawal.





