beritausukabumi.com-Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, Sesepuh Kasepuhan Kampung Adat Gelar Alam Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi dan istri bareng Calon Bupati-Wakil Bupati Sukabumi, Nomor Urut 2, Asep Japar-Andreas, terlihat mengacungkan salam dua jari.
Diketahui, foto Abah Ugi Sugriana Rakasiwi bareng Calon Bupati-Wakil Bupati Sukabumi, Nomor Urut 2, Asep Japar-Andreas itu terjadi saat perayaan upacara Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam ke-656 digelar Minggu (6/10/2024) lalu.
Di acara Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam ke-656 itu, Asep Japar dan Andreas sama-sama menghadiri langsung upacara seren taun yang dihadiri pula Bupati Sukabumi, Marwan Hamami dan sesepuh kasepuhan kampung adat lainnya.
Tidak sedikit yang menduga, dengan foto Abah Ugi Sugriana Rakasiwi mengacungkan salam dua jari tersebut sebagai sinyal dukungan ke pasangan Asep Japar-Andreas.
Sebelumnya, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi sempat menitipkan pesan agar masyarakat tetap dapat menjaga kerukunan, perdamaian dan keamanaan selama pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sukabumi dan Pilgub 2024. Terlebih kerukunan antara kasepuhan kampung adat agar jangan sampai terjadi perpecahan meski beda pilihan.
“Abah titip agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketentraman saat pelaksanaan Pilkada dan Pilgub dalam waktu dekat. Mari kita sama-sama sukseskan pilkada ini dengan aman, tertib dan rukun,”ungkap Abah.
Dikonfirmasi terpisah Calon Bupati Sukabumi Nomor Urut 2, Asep Japar menyampaikan jika kehadirannya ke Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam (dulu Cipta Gelar) itu rutin dilakukan.
Tidak hanya sekadar datang menghadiri, semasa dirinya masih aktif berdinas, setiap program yang dibutuhkan untuk masyarakat kampung adat juga kerap digelontorkan.
“Hubungan saya dengan para kasepuhan di kampung adat sudah terjalin cukup lama. Insha Alloh tentu kalau sudah begitu sudah terjalin ikatan emosional,”terangnya.
Kedepan apabila dirinya ditakdirkan dan diberi amanah oleh warga Kabupaten Sukabumi, sesuai visi-misi dan program yang telah dirumuskan, keberadaan kampung adat akan lebih diperhatikan.”Kampung adat sudah masuk dalam program unggulan dalam pengembangkan pariwisata yang berstandar dan berbudaya,”tandasnya.





