BERITAUSUKABUMI.COM-Penolakan terhadap rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di kawasan kaki Gunung Halimun terus menguat. Kali ini, penolakan datang dari masyarakat Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
Penolakan tersebut mencuat setelah beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan puluhan warga berkumpul dan secara terbuka menyatakan keberatan atas rencana proyek pengeboran panas bumi di wilayah Pasir Sikabayan.
Dalam rekaman itu, pernyataan warga disampaikan oleh tokoh agama setempat, Ustaz Hilman atau yang akrab disapa Ustaz Embang.
Ia menegaskan bahwa rencana pengeboran dinilai berisiko tinggi mengingat kondisi geografis wilayah yang rawan longsor.
“Kami bukan menolak tanpa alasan. Kampung ini sudah berkali-kali mengalami longsor. Kami tinggal di wilayah pegunungan yang tanahnya rapuh. Jika dilakukan pengeboran, dampaknya bisa sangat fatal,” kata Ustaz Embang, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, kawasan tersebut merupakan satu kesatuan bentang alam antara Pasir Sikabayan, Gunung Batu, dan Gunung Halimun. Menurutnya, kerusakan di satu titik berpotensi memicu bencana di wilayah lain.
“Gunung-gunung di sini saling terhubung. Kalau satu titik terganggu, dampaknya bisa dirasakan ke seluruh kawasan,” ujarnya.
Selain ancaman bencana alam, warga juga menyoroti potensi hilangnya lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Beberapa area yang masuk dalam rencana proyek disebut berada di wilayah kampung adat dengan sawah produktif yang diwariskan secara turun-temurun.
Masyarakat Desa Sirnarasa pun berharap pemerintah dan pihak terkait dapat meninjau ulang rencana proyek tersebut serta mengedepankan keselamatan lingkungan dan keberlangsungan hidup warga setempat.





