BERITAUSUKABUMI.COM-Pihak pelaksana proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Cimuncang di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, membantah tudingan pekerjaan yang didanai APBD Kabupaten Sukabumi tersebut dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi.
Perwakilan pelaksana dari CV Abinesia, Nuralamsyah, menegaskan kondisi proyek yang dinilai belum rapi merupakan hal yang wajar karena progres pekerjaan masih berada pada tahap awal.
“Pekerjaan ini baru berjalan sekitar 20 persen. Jadi wajar apabila di lapangan masih terlihat belum rapi karena prosesnya masih jauh dari penyelesaian,“kata Nuralamsyah dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Minggu (5/7/2026).
Dijelaskan Nuralamsyah, pekerjaan dilaksanakan oleh pihaknya yakni CV Abinesia dengan nomor kontrak 000.3.2/03/SPK/RJIP-14/SDA/2026 tertanggal 18 Juni 2026 dan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.
Proyek rehabilitasi DI Cimuncang jelas Nuralamsyah merupakan pekerjaan yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi dengan nilai kontrak sebesar Rp295.705.278,90 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
“Pekerjaannya belum beres, jadi apa alasan tudingan pekerjaan ini disebut asal jadi?, kan masih dalam proses pengerjaan. Kami dari pihak kontraktor pasti bertanggungjawab dan menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan,”tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah warga setempat Ruslan, yang akrab disapa warga sekitar disapa Oyot ini mengatakan rehabilitasi saluran irigasi sudah lama dinantikan karena selama ini pasokan air ke lahan pertanian sering mengalami kendala.
“Perbaikan irigasi ini sangat bermanfaat bagi petani. Sudah lama saluran pengairan kurang baik sehingga mengganggu sawah kami,” ujar Ruslan yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Engkus. Ia mengaku bersyukur adanya perbaikan irigasi karena saluran lama kerap memicu banjir saat musim hujan.
Menurutnya, rehabilitasi Daerah Irigasi Cimuncang diharapkan tidak hanya memperlancar distribusi air ke area persawahan, tetapi juga mengurangi risiko banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat sekitar.





