Warga Desa Cibolangkaler Protes Aktivitas Pembuangan Limbah Tanah dan Cut and Fill Subkon PT Waskita Karya

Warga Kampung Cibolang, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menyatakan keberatan atas aktivitas cut and fill serta pembuangan limbah tanah proyek Jalan Tol Seksi 3 Exit Tol Cisaat yang dilaksanakan oleh subkontraktor PT Waskita Karya.

BERITAUSUKABUMI.COM-Warga RW 03 Kampung Cibolang, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, melayangkan protes atas aktivitas pembuangan limbah tanah atau cut and fill  proyek Jalan Tol Bocimi Seksi 3 Exit Tol Cisaat yang dilaksanakan oleh subkontraktor PT Waskita Karya.

Warga menilai kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa sosialisasi terlebih dahulu dengan warga sekitar, serta menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan ketenteraman masyarakat.

Aktivitas alat berat yang berlangsung hingga malam hari menyebabkan kebisingan, sementara sejumlah hewan liar seperti biawak mulai memasuki pemukiman warga akibat terganggunya habitat.

Bacaan Lainnya

“Kami protes bukan ke pembangunan jalan tolnya, tapi ke kegiatan pembuangan limbah tanah ke lahan yang bukan lahan jalan tol tapi milik pengusaha ternak ayam Pak Iping. Sebagai warga merasa diabaikan karena tidak ada pemberitahuan atau koordinasi, tahu-tahu tanah ini dibuang ke sini, alat berat masuk. Malam pun bising. Sekarang malah ada biawak ke pemukiman warga,” ujar Ali Juanda warga RW 03, Kamis (24/4/2025).

Selain itu, kata Ali Juanda, warga juga menyoroti kabar dugaan aliran dana kompensasi dari pihak pelaksana proyek yang tidak transparan dan belum menyentuh masyarakat terdampak.

“Kami bukan pengemis apalagi memaksa meminta uang konvensi tapi kami mendengar ada dana kompensasi sudah keluar, tapi tidak satu pun warga menerimanya. Yang ada justru timbul saling curiga diantara pihak satu dengan pihak lain di Desa Cibolangkaler. Kalau memang ada, kami minta pertanggungjawaban dan kejelasan,” tegasnya.

Atas dasar keresahan tersebut, warga bersama perangkat RT dan RW meminta agar seluruh aktivitas proyek, termasuk penggunaan alat berat, dihentikan sementara hingga ada penjelasan resmi dari pihak PT Waskita Karya.

“Kami warga yang patuh hukum tidak pernah berniat menganggu apalagi merongrong proyek pemerintah. Tapi itu tadi jangan mentang-mentang proyek pemerintah, etika lingkungan ke warga diabaikan. Untuk itu kami minta semua aktivitas dihentikan sampai ada klarifikasi dan dialog terbuka antara warga dan pihak pelaksana proyek. Kami bukan anti pembangunan, tapi jangan abaikan hak warga,” ujarnya.

Sementara Perangkat Pemerintah Desa Cibolangkaler, Hilaludin Anwar menyatakan dukungannya atas aspirasi warga dan menyayangkan kurangnya koordinasi dari pihak pelaksana proyek.

“Kami pun tidak pernah menerima pemberitahuan atau undangan rapat sebelum proyek  pembuangan limbah tanah atau cut and fill ini berjalan,” ungkapnya.

Hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan resmi dari PT Waskita Karya maupun subkontraktornya. Warga berharap ada perhatian serius dari semua pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka, adil, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *