Puluhan Santri Ponpes Az-Zain Caringin Sukabumi Keracunan Makanan MBG

Puluhan santri dan guru di Ponpes Az-Zain, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan Sukabumi langsung melakukan penyelidikan epidemiologi.
Ilustrasi santri korban keracunan MBG (sumber:chatgpt)

BERITAUSUKABUMI.COM-Puluhan santri dan guru di MTs dan MA Pondok Pesantren Az-Zain, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 349 siswa dan guru di lingkungan pesantren Az-Zain mengonsumsi menu MBG di hari kejadian.

Data sementara mencatat ada sebanyak 47 orang terdampak, terdiri dari 44 siswa dan 3 guru yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang didistribusikan dari SPPG Kuta Sirna, Kecamatan Cisaat.

Bacaan Lainnya

Adapun menu makanan yang disajikan saat itu antara lain, Mie kuning, Saus cabai, Pangsit, Ayam semur, Shaqima dan Pisang cavendish.

Peristiwa ini mulai terdeteksi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, ketika sejumlah santri mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti diare, sakit perut, mencret, dan pusing.

Berdasarkan kronologi sementara yang diterima BERITAUSUKABUMI.COM, makanan dari program MBG tersebut tiba di Pondok Pesantren Az-Zain sekitar pukul 09.00 WIB pada Jumat (6/3/2026).

Makanan kemudian dikonsumsi para santri dan guru pada pukul 18.20 WIB di hari yang sama. Kemudian, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santri mulai merasakan gejala. Kasus pertama tercatat pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Meski demikian, hingga laporan terakhir pada Sabtu (7/3/2026) pukul 22.10 WIB, tidak ada korban meninggal dunia maupun yang harus dirawat di rumah sakit.

Dikonfirmasi terpaisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut.

Menurutnya, laporan awal diterima dari Camat Caringin pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

“Kami langsung menurunkan tim kesehatan dari Puskesmas Caringin untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap para santri yang mengalami keluhan,” ujar Masykur.

Tim medis kemudian melakukan sejumlah langkah penanganan di lokasi, mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan hingga pemberian terapi kepada para korban.

“Langkah yang dilakukan di antaranya penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab kejadian, pemeriksaan tanda-tanda vital para korban, serta pemberian terapi obat secara oral,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.

Masykur menegaskan bahwa saat ini kondisi para santri yang mengalami keluhan masih dalam pemantauan tenaga kesehatan.

Pihaknya juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan makanan tersebut.

“Untuk penyebab pastinya masih kami lakukan investigasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan epidemiologi terhadap makanan yang dikonsumsi,” katanya.

Masykur memastikan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi para santri hingga benar-benar pulih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *