Program MBG Lewat SPPG: Tingkatkan Gizi Anak dan Beri Gaji Rp2 Juta untuk Ibu Rumah Tangga

Program MBG lewat SPPG tak hanya tingkatkan gizi anak, tapi juga beri peluang kerja bagi ibu rumah tangga dengan gaji hingga Rp2 juta per bulan.
ibu rumah tangga yang jadi Relawan SPPG di salah dari SPPG di Sukabumi (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Menurutnya, program prioritas nasional ini akan mampu menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru pada Januari 2026.

“Ternyata dengan MBG ini kita bisa menciptakan lapangan kerja di awal tahun depan, Januari–Februari 1,5 juta lapangan kerja baru,” ujar Prabowo, Senin (29/9/2025).

Presiden menambahkan, kehadiran MBG telah berhasil menghidupkan ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama pengolahan makanan dan layanan dapur.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, mengungkapkan bahwa sebanyak 47 orang kini bekerja di dapur SPPG, mayoritas di antaranya adalah ibu rumah tangga (IRT).

“Sebagian besar pekerja adalah ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan. Dengan adanya program ini, mereka sekarang bisa memperoleh pekerjaan tetap,” ujar Tigor.

Menurut Tigor, setiap pekerja mendapat gaji rata-rata Rp2 juta per bulan. Tugas mereka meliputi menyiapkan menu sehat hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat.

“Para ibu rumah tangga bekerja dengan penuh dedikasi, mulai pukul 01.00 dini hari hingga 06.00 pagi. Hal ini karena makanan harus segera dikirim ke sekolah-sekolah sekitar pukul 07.00–08.00,” jelasnya.

Ia menekankan, kontribusi para pekerja perempuan ini menjadi bukti bahwa program MBG membawa manfaat ganda: memastikan anak-anak memperoleh gizi seimbang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Dengan MBG, kami tidak hanya memperbaiki kualitas gizi anak bangsa, tetapi juga memberdayakan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi,” tambah Tigor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *