Ngaku Suami jadi Korban HAM Karena Ungkap Korupsi Perempuan dari Sukabumi ini Teriak Histeris di Gedung DPR RI

Seorang perempuan yang mengaku berasal dari Sukabumi bernama Nurmala berteriak histeris di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan Jakarta, pada Selasa (16/1/2024). Di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan Jakarta, Nurmala mengaku jika suaminya telah menjadi korban pelanggaran HAM lantaran telah menentang kasus dugaan korupsi.
Seorang perempuan yang mengaku berasal dari Sukabumi teriak histeris di Gedung DPR RI Senayan Jakarta/foto:tangkapanlayar

BERITAUSUKABUMI.COM-Seorang perempuan yang mengaku berasal dari Sukabumi bernama Nurmala bikin heboh lantaran berteriak histeris di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan Jakarta, pada Selasa (16/1/2024).

Di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan Jakarta, Nurmala mengaku jika suaminya telah menjadi korban pelanggaran HAM lantaran telah menentang kasus dugaan korupsi.

Disalin dari detikcom, Nurmala awalnya mengangkat sebuah kertas bertuliskan “20 Tahun Kami Korban Pelanggaran HAM Berat hingga Saat ini Akibat Menentang Korupsi dan Lapor KPK”. Nurmala juga terlihat menunjukkan kertas tersebut kepada anggota yang turun dari ruang paripurna.

Bacaan Lainnya

Tak lama kemudian, sejumlah petugas pengamanan dalam (pamdal) DPR RI menghampiri Nurmala. Petugas Pamdal meminta Nurmala agar tidak berteriak histeris. Namun, Nurmala tampak menolak hingga berteriak bahwa dia korban pelanggaran.”Saya ini jadi korban, kalian mau apain saya?” kata Nurmala kepada pamdal yang datang.

Nurmala teriak histeris di Gedung DPR RI

Situasi di gedung Nusantara II pun sempat riuh lantaran Nurmala tak berhenti berteriak kepada pamdal.Saat Nurmala berteriak histeris, di tempat yang sama, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, yang kebetulan berada di lokasi, lantas menghampiri Nurmala. Djarot pun berusaha menenangkan Nurmala.

Djarot meminta agar Nurmala tak perlu berteriak-teriak dalam menyampaikan keluhan. Ia kemudian meminta data dari Nurmala agar permasalahan yang disampaikan jelas.

“Datanya mana? Iya oke, Ibu nggak usah teriak-teriak, nggak apa-apa,” ujar Djarot.

“Kalau saya nggak teriak, nggak ada yang peduli, Pak, nggak ada yang lihat saya pun, Pak,” timpal Nurmala.

Nurmala menyebut suaminya, Zaizal, menjadi korban saat menentang korupsi pada 2019. Ia mengatakan Zaizal sempat bertugas di pemda Kabupaten Sukabumi.

“Menentang korupsi tahun 2019 lapor ke KPK Pak, nggak tahan di-bully terus suami saya itu. Dari pemda Kabupaten Sukabumi. Udah sampai ke Pak Masinton dulu,” ujar Nurmala.

Ia mengatakan peristiwa itu berdampak ke suami hingga kini. Ia juga bercerita keluarganya terjerat pinjol hingga berurusan dengan debt collector.

“Kita ngedengerin dulu dari suami Ibu, yang punya perkara kan suami Ibu, betul nggak? Tapi sumbernya kan di suami Ibu, nanti suami Ibu kita undang ya,” tutur Djarot sambil meminta nomor telepon yang bersangkutan.

Belum diketahui secara alamat lengkap Nurmala di Sukabumi dan kasus korupsi apa dan dimana yang membuat suaminya diklaim menjadi korban pelanggaran HAM berat seperti yang diadukan Nurmala.


editor : Irwan Kurniawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *