Mahkota Binokasih Tiba di Bogor Simbol Pemersatu Warisan Kerajaan Sunda dan Galuh

Sebuah momen bersejarah kembali menghidupkan semangat budaya di Kabupaten Bogor pada Senin (21/4/2025). Ini tidak lain setelah Mahkota Binokasih, pusaka sakral peninggalan Kerajaan Sunda dan Galuh, tiba di Bogor dengan penuh khidmat dari Sumedang oleh Radya Anom Keraton Sumedang Larang. Kehadiran mahkota ini menjadi magnet perhatian masyarakat dan simbol penting pelestarian budaya Sunda. Kedatangan Mahkota Binokasih disambut meriah oleh warga setempat. Suasana penuh semangat dan kekaguman menyelimuti jalannya prosesi penyambutan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh budaya.
Mahkota Binokasih, pusaka sakral peninggalan Kerajaan Sunda dan Galuh, tiba di Bogor dengan penuh khidmat dari Sumedang oleh Radya Anom Keraton Sumedang Larang. (foto:kabupatenbogor)

BERITAUSUKABUMI.COM-Sebuah momen bersejarah kembali menghidupkan semangat budaya di Kabupaten Bogor pada Senin (21/4/2025). Ini tidak lain setelah Mahkota Binokasih, pusaka sakral peninggalan Kerajaan Sunda dan Galuh, tiba di Bogor dengan penuh khidmat dari Sumedang oleh Radya Anom Keraton Sumedang Larang.

Kehadiran mahkota ini menjadi magnet perhatian masyarakat dan simbol penting pelestarian budaya Sunda. Kedatangan Mahkota Binokasih disambut meriah oleh warga setempat.

Suasana penuh semangat dan kekaguman menyelimuti jalannya prosesi penyambutan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh budaya.

Bacaan Lainnya

Mahkota ini tak hanya memiliki nilai sejarah tinggi, namun juga menjadi representasi persatuan dua kerajaan besar di tanah Pasundan—Kerajaan Galuh dan Pajajaran.

Mahkota Binokasih bukan sekadar artefak kerajaan. Ia menyimpan nilai filosofis mendalam sebagai simbol pemersatu dan kebesaran peradaban Sunda.

Dalam sejarahnya, mahkota ini diwariskan dari raja ke raja, menjembatani masa kejayaan Kerajaan Galuh dengan Kerajaan Sunda Pajajaran. Pusaka ini juga dianggap sebagai lambang legitimasi kekuasaan dan kedaulatan budaya di Tanah Sunda.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan rasa bangganya atas momen bersejarah ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor diharapkan dapat menjadi pemantik semangat untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal, khususnya budaya Sunda.

“Ini adalah warisan leluhur yang sangat berharga. Kami berharap generasi muda Bogor dapat lebih mencintai kebudayaannya sendiri dan menjadikannya bagian dari jati diri,” ujar Bupati Rudy.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya lokal.

Kabupaten Bogor sebagai salah satu wilayah yang memiliki akar sejarah kuat dengan peradaban Sunda, dinilai tepat menjadi tuan rumah penyambutan pusaka Mahkota Binokasih.

Pemerintah daerah pun terus mendorong berbagai inisiatif pelestarian budaya, mulai dari festival, pendidikan budaya di sekolah, hingga pelibatan komunitas adat dalam agenda-agenda daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *