KNPI Kota Sukabumi Ogah Terlibat Rencana Aksi Unjuk Rasa Ke Walikota Ayep Zaki

DPD KNPI Kota Sukabumi menegaskan tidak terlibat dalam aksi damai 2 Juni 2026. KNPI mendukung hak masyarakat menyampaikan aspirasi sekaligus mendukung program pembangunan Pemkot Sukabumi.
Logo KNPI (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Sukabumi menegaskan ogah atau tidak mau terlibat dalam gerakan gabungan organisasi yang berencana menggelar Aksi 2.6.26 pada 2 Juni 2026 mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan DPD KNPI Kota Sukabumi melalui siaran pers yang diterbitkan pada Minggu (31/5/2026), oleh pimpinan DPD KNPI Kota Sukabumi.

Penegasan ini menyusul beredarnya sejumlah flyer yang mengaitkan organisasi kepemudaan KNPI Kota Sukabumi dengan agenda aksi menagih janji yang akan ditujukan ke Walikota Ayep Zaki tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya, KNPI Kota Sukabumi menegaskan jika pihaknya tidak memiliki keterlibatan dalam gerakan yang diinisiasi oleh gabungan organisasi sebagaimana tercantum dalam flyer yang beredar di masyarakat.

Meski demikian, KNPI Kota Sukabumi menyatakan tetap menghormati dan mendukung gerakan-gerakan kemasyarakatan yang bertujuan mengawal jalannya pemerintahan daerah.

Organisasi kepemudaan itu menilai penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara sekaligus bagian penting dari partisipasi publik dalam proses pembangunan.

“Dalam negara demokrasi, penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang harus dipahami sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan,” demikian isi pernyataan DPD KNPI Kota Sukabumi.

KNPI juga memandang bahwa kritik dan masukan dari masyarakat dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Di sisi lain, DPD KNPI Kota Sukabumi turut menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Kota Sukabumi agar tetap fokus menjalankan program pembangunan serta berbagai agenda pembenahan yang saat ini tengah berlangsung.

Menurut KNPI, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah tidaklah ringan. Mulai dari keterbatasan fiskal, persoalan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan membutuhkan dukungan sekaligus pengawasan dari seluruh elemen masyarakat.

KNPI berharap aksi demonstrasi yang akan digelar pada 2 Juni 2026 dapat berlangsung kondusif dan menjadi ruang dialog yang konstruktif antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

“Momentum penyampaian aspirasi hendaknya menjadi sarana memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah demi terciptanya pembangunan Kota Sukabumi yang lebih baik,” tulis KNPI dalam rilisnya.

Dengan sikap tersebut, DPD KNPI Kota Sukabumi menegaskan posisinya sebagai organisasi yang independen, tidak terlibat dalam aksi yang akan digelar, namun tetap mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan pembangunan daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *