Kasus Raya Jadi Evaluasi, Wabup Sukabumi Andreas Minta Desa Lebih Aktif Turun ke Lapangan

Wakil Bupati Sukabumi Andreas kunjungi Desa Cihanaga pasca kasus balita Raya meninggal. Ia menekankan pentingnya administrasi keluarga, layanan kesehatan, serta koordinasi perangkat desa.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, saat mengunjungi rumah orangtua Raya (dokpimkabsi)

BERITAUSUKABUMI.COM-Kasus meninggalnya Raya (4 tahun), balita asal Desa Cihanaga, Kecamatan Kabandungan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Barat, unsur Forkopimda, serta perangkat daerah melakukan kunjungan lapangan ke desa tersebut.

Dalam kunjungannya, Andreas menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi pengingat pentingnya memastikan layanan dasar masyarakat terpenuhi, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga administrasi keluarga.

“Langkah awal adalah memastikan administrasi keluarga seperti KTP, KK, dan BPJS aktif. Dengan begitu, warga bisa lebih cepat mendapat akses kesehatan maupun bantuan sosial. Soal rumah akan kita upayakan rehabilitasi, sementara pendidikan dan kesehatan anak-anak juga harus diperhatikan secara khusus,” ujar Andreas.

Bacaan Lainnya

Wabup Andreas menekankan pentingnya peran kepala desa, camat, dan tenaga kesehatan untuk lebih aktif turun ke lapangan. Menurutnya, keterlambatan informasi sering menjadi kendala dalam penanganan warga yang membutuhkan bantuan mendesak.

“Kepala desa dan camat harus lebih aktif memperhatikan warganya. Jangan sampai ada keterlambatan informasi yang berdampak pada lambatnya penanganan,” tegasnya.

Meski sempat terjadi miskomunikasi dalam proses penanganan, Andreas memastikan tenaga medis setempat sudah memberikan layanan kepada almarhumah Raya sebelum wafat.

“Alhamdulillah sebenarnya sudah ditangani, hanya saja ada sedikit miskomunikasi. Ke depan kita pastikan lebih sigap dan cepat,” jelasnya.

Kasus Raya menjadi momentum evaluasi bagi seluruh jajaran pemerintahan. Andreas berharap koordinasi lintas sektor dapat diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan layanan dasar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *