BERITAUSUKABUMI.COM-Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukabumi Raya mendesak Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas untuk segera mencopot Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3A, serta Kepala Dinas Sosial.
Desakan itu disampaikan menyusul tragedi meninggalnya balita bernama Raya, warga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan dalam kondisi tubuh dipenuhi cacing.
Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Muhamad Fajri Nur Rizky, menilai peristiwa ini mencerminkan gagalnya pemangku kebijakan di pemerintah daerah dalam menjalankan kewajiban konstitusional untuk melindungi rakyat.
“Ini perlakuan yang miris dan tidak manusiawi. Pejabat publik digaji dari uang rakyat, maka sudah seharusnya bekerja untuk rakyat, bukan justru mengorbankannya,” tegas Fajri, Kamis (21/8/2025).
Fajri juga menilai sisi lain kejadian keputusan pemindahan Raya dari RSUD Sekarwangi Cibadak ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi hanya demi alasan administrasi BPJS adalah kebijakan yang tidak logis dan abai terhadap kemanusiaan.
Kondisi RSUD Kabupaten Sukabumi disebut tidak memadai untuk penanganan medis darurat, sehingga memperparah keadaan pasien.
“Ini bukti pejabat publik lebih sibuk bersembunyi di balik aturan administratif daripada menyelamatkan nyawa rakyat,” tegas PC IMM dalam pernyataannya.
Tiga Tuntutan IMM Sukabumi Raya
Dengan kejadian yang menimpa Raya, tegas Fajri, PC IMM Sukabumi Raya menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Bupati Sukabumi, Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas.
- Mencopot Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3A, dan Kepala Dinsos Kabupaten Sukabumi.
- Melakukan evaluasi total terhadap pelayanan RSUD Kabupaten Sukabumi yang dinilai lalai dan tidak profesional.
- Menjamin akses layanan kesehatan dan sosial yang adil, cepat, dan tanpa diskriminasi bagi rakyat kecil.
IMM Sukabumi Raya memberikan tenggat waktu 3 × 24 jam kepada Bupati Asep Japardan Wakil Bupati Andreas untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika tidak direspons, mereka mengancam akan menggelar aksi besar-besaran dengan mengepung kantor bupati.
“Tragedi Raya adalah alarm keras kegagalan pemerintah daerah dalam melindungi warganya. Jika tuntutan tidak dipenuhi, IMM siap turun ke jalan,” tegas Fajri.
Respons Bupati Sukabumi
Terpisah, Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3A, dan Kepala Dinsos.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya ananda Raya. Ini tragedi yang tidak boleh terulang. Saya sudah instruksikan untuk melakukan evaluasi terhadap para kepala dinas terkait. Jika terbukti ada kelalaian, tentu akan ada langkah tegas,” kata Asep Japar.
Bupati Asep Japar juga berjanji memperbaiki sistem pelayanan kesehatan dan sosial agar kasus serupa tidak kembali terjadi. “Negara hadir untuk melindungi rakyatnya. Saya akan pastikan pelayanan kesehatan dan sosial di Kabupaten Sukabumi diperbaiki agar lebih cepat, tepat, dan berpihak pada masyarakat kecil,” tegasnya.





