BERITAUSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi, pada Jumat 17 Oktober 2025 menyisakan dampak bencana terhadap beberapa warga masyarakat yang mengalaminya.
Seperti dilansir melalui laporan harian resmi Pusdalops PB-BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, terdapat pohon tumbang dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Palabuhanratu.
Longsor Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan ukuran panjang 10 meter dengan tinggi 7 meter Kampung Cieurih RT 02/08 Desa Sukasirna terjadi pada Jumat (17/10) sekira pukul 16.00 wib dan mengancam 3 Kepala Keluarga (KK) dan 2 KK terdampak.
Sementara Pohon tumbang terjadi di Kampung Tegal RT 05/03 Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu. Dalam peristiwa ini rumah milik Ridwan yang dihuni 5 jiwa mengalami kerusakan permanen akibat tertimpa pohon durian.
Selain di Kecamatan Palabuhanratu Pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Pohon tumbang 3. Pohon Tumbang pada hari Jumat (17/10) sekira pukul 16:00 wib terjadi di Kampung Anggayuda RT 02/011 Desa Pamuruyan.
Namun dalam seluruh peristiwa yang terjadi pada Jumat 17 Oktober 2025 ini Pusdalops BPBD menyampaikan tidak terdapat adanya korban jiwa maupun luka.
Dengan adanya kejadian Pusdalops segera melakukan pemantauan wilayah Kecamatan malalui WAG P2BK se-Kabupaten, Sukabumi, Media Sosial dan pemantauan melalui Frekuensi Radio Ratel I di Frekuensi 164.365 link Perbawati.
Selain itu juga melakukan pengamatan titik Rawan Bencana melalui Aplikasi InaRisk, InaSafe dan InaWare BNPB, memberikan Informasi Peringatan Dini melalui WAG Prakiraan Cuaca Jabar dan Info Gempa Bumi melalu WAG BMKG Region Wilayah II Tangerang, Aplikasi Info BMKG dan melalui Warning Receiver System (WRS) NEW GEN dan Mencatat Kejadian Bencana, Mengolah Data Kejadian Bencana dan Merekap Kejadian Bencana.
Berikut nama-nama sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan terancam bencana longsor di Palabuhanratu.
1. Bpk oleh, usia 75 tahun,1 KK 2 jiwa (terdampak)
2. Ibu Enung, usia 78 tahun,1 KK 1 jiwa (terancam)
3. Ibu Nursarah, usia 48 tahun,1 KK 5 jiwa (terancam)
4. Ibu Yuli ,usia 25 tahun,1 KK 3 jiwa (terancam).





