BERITAUSUKABUMI.COM– Nasib pilu dialami pasangan suami istri lanjut usia di Kampung Cigulusur, RT 007 RW 002, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Jarsih (56) yang mengalami kelumpuhan harus menjalani hidup dalam keterbatasan, sementara suaminya, Baban (62), hanya bekerja sebagai kuli kebun dengan penghasilan tidak menentu.
Dalam kondisi fisik yang semakin melemah, Baban tidak mampu bekerja secara maksimal. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, keluarga ini terpaksa bergantung pada anak-anaknya yang bekerja serabutan dengan penghasilan minim.
Kondisi tempat tinggal keluarga tersebut pun terbilang sederhana dan jauh dari kata layak. Keterbatasan ekonomi membuat mereka kesulitan mengakses layanan kesehatan, khususnya untuk perawatan Jarsih yang membutuhkan penanganan khusus akibat kelumpuhannya.
Ketua LSM Dampal Jurig, Irvan Aziz, mengatakan bahwa kondisi keluarga Jarsih dan Baban merupakan potret nyata kemiskinan yang masih terjadi di wilayah pedesaan Sukabumi.
“Ini bukan sekadar soal ekonomi, tapi soal kemanusiaan. Keluarga ini sangat membutuhkan perhatian serius, baik bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun pendampingan berkelanjutan dari pemerintah,” ujar Irvan Aziz, Senin (19/1/2026).
Menurut Irvan, pihaknya telah menerima laporan dari warga dan berharap instansi terkait segera turun tangan agar keluarga tersebut bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara, termasuk bantuan sosial dan jaminan kesehatan.
“Kami mendorong pemerintah desa, kecamatan hingga dinas sosial agar segera melakukan pendataan dan penanganan. Jangan sampai keluarga seperti ini luput dari perhatian,” tegasnya.
LSM Dampal Jurig juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap warga kurang mampu di lingkungannya masing-masing, dengan melaporkan kondisi serupa agar dapat segera ditangani.
Kisah Jarsih dan Baban menjadi pengingat bahwa masih ada warga Sukabumi yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan kehadiran negara serta kepedulian bersama.





