BERITAUSUKABUMI.COM –Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi usulan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Ramzi Akbar Maulana, agar Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) menjadi momentum mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Menurut Sendi, di tengah keterbatasan anggaran yang ada, program Rutilahu tetap menjadi prioritas.
Pemerintah daerah terus berupaya memaksimalkan berbagai sumber dukungan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.
“Jumlah Rutilahu kurang lebih masih tersisa dari data usulan sekitar 14 ribuan,” ujar Sendi kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, penanganan Rutilahu saat ini dilakukan melalui sejumlah skema. Salah satunya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang jumlahnya telah mencapai sekitar 1.500 unit dan masih dalam proses verifikasi akhir.
“Alhamdulillah, BSPS mencapai sekitar 1.500-an, masih berjalan verifikasi akhir,” kata Sendi
Selain melalui BSPS, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyiapkan penanganan Rutilahu yang bersumber dari pemerintah daerah. Sendi menyebut terdapat 371 unit yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.
“Dari Pemda ada 371, akan dilaunching,” ungkapnya.
Sendi menjelaskan, penanganan Rutilahu juga dapat dilakukan melalui semangat gotong royong yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dukungan tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga organisasi maupun perorangan.
Ia mencontohkan, sebelumnya pernah dilakukan melalui kegiatan Lelang Kebaikan, yang menjadi wadah untuk menghimpun dukungan dari perusahaan, organisasi hingga masyarakat secara perorangan.
“Ada juga yang dimaksud dengan gotong royong. Pernah dijalankan melalui kegiatan Lelang Kebaikan, baik dari perusahaan, organisasi maupun perorangan,” jelasnya.
Terkait momentum HJKS, Sendi memastikan program Rutilahu tetap mendapat perhatian.
Bahkan, setiap tahun selalu diupayakan adanya gebrakan baru untuk memperkuat penanganan rumah tidak layak huni.
“Ada launching-nya nanti di acara Ngalongok Dulur. Tiap tahun selalu ada gebrakan untuk Rutilahu di HJKS,” ujarnya.
Sebelumnya, Ramzi Akbar Maulana mendorong agar peringatan HJKS tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ramzi mengusulkan agar setiap perusahaan di Kabupaten Sukabumi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) membangun sedikitnya 2 hingga 5 unit Rutilahu setiap momentum HJKS.
Selain perusahaan, ia juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) ikut berkontribusi dalam penanganan Rutilahu.
Menurut Ramzi, jika seluruh pihak bergerak bersama, momentum HJKS dapat menjadi pengungkit percepatan penanganan Rutilahu di Kabupaten Sukabumi.
“Yang paling penting, setiap hari jadi ada tanda mata untuk masyarakat yang real dan nyata,” tegasnya.





