Abah Setu Sosok yang Diduga Hina Nabi Muhammad Pernah Bertarung di Pilbup Sukabumi 2010

Asep Setiawan alias Abah Setu, mantan calon Bupati Sukabumi 2010, kini menjadi sorotan setelah video pernyataannya tentang Nabi Muhammad SAW viral di media sosial.
Asep Setiawan alias Abah Setu, mantan calon Bupati Sukabumi 2010, kini menjadi sorotan setelah video pernyataannya tentang Nabi Muhammad SAW viral di media sosial. (foto:medsosabahsetu)

BERITAUSUKABUMI.COM-Abah Setu alias Asep Setiawan, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, yang namanya kini disorot lantaran potongan video siaran langsung di media sosial yang memuat pernyataannya diduga menghina Nabi Muhammad SAW, ternyata memiliki jejak politik di Kabupaten Sukabumi.

Pada Pilkada Kabupaten Sukabumi 2010, Abah Setu pernah maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Dadang Eka Widianto, yang saat itu mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi.

Kini, lebih dari 16 tahun berselang, nama Asep Setiawan kembali menjadi sorotan publik.

Bacaan Lainnya

Namun, kali ini bukan karena kontestasi politik di Kabupaten Sukabumi, melainkan setelah Video tersebut memicu reaksi keras sejumlah masyarakat hingga berujung pada kedatangan massa ke kediaman sekaligus lokasi Majelis Dzikir Nurul Hikam pada Senin (7/9/2026) malam.

Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri.

Sementara itu, Abah Setu membantah tudingan bahwa dirinya sengaja melakukan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Kepada kepolisian, ia menyebut video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian materi telah mengalami perubahan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Rekam Jejak di Pilkada Sukabumi 2010

Pilkada Kabupaten Sukabumi 2010 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan politik Asep Setiawan.

Dalam kontestasi yang digelar pada 27 Mei 2010 tersebut, ia berpasangan dengan Dadang Eka Widianto.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara KPUD Kabupaten Sukabumi, pasangan Asep-Dadang memperoleh 89.061 suara atau 9,08 persen dari total suara sah.

Pilkada tersebut dimenangkan pasangan Sukmawijaya-Akhmad Jajuli yang diusung koalisi PKS-Hanura dengan perolehan 379.344 suara atau 38,69 persen.

Posisi kedua ditempati pasangan Marwan Hamami-Usman Effendi dari Partai Golkar dengan 195.450 suara atau 19,93 persen.

Berikutnya, pasangan Hasymi Romli-Iman Adi Nugraha memperoleh 121.447 suara atau 12,38 persen, sedangkan pasangan Ucok Haris Maulana Yusuf-Sadili Syamsudin meraih 100.103 suara atau 10,21 persen.

Dua pasangan dari jalur perseorangan berada di posisi berikutnya, yakni Azis Min Alamsyah-Irwan Nugraha dengan 60.647 suara atau 6,18 persen, serta Dayat NS Wiranta-Karmas Supermas dengan 34.361 suara atau 3,50 persen.

Total suara sah dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2010 mencapai 980.414 suara dari 1.635.696 pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Perolehan suara Sukmawijaya-Akhmad Jajuli yang mencapai lebih dari 30 persen membuat pasangan tersebut dipastikan memenangkan Pilkada dalam satu putaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *