BERITAUSUKABUMI.COM-Kasus dugaan keracunan makanan menimpa siswa SMK di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (12/9/2025). Insiden ini mencuat setelah sejumlah pelajar mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga diare usai mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Cibadak, drg. Febbie Nawawi, mengungkapkan laporan pertama diterima sekitar pukul 10.00 WIB. “Ada guru yang menghubungi lewat WhatsApp.
Awalnya diinformasikan ada siswa yang tidak masuk, sementara sebagian yang hadir mengeluhkan pusing dan diare di UKS. Setelah itu kami langsung turun,” jelas Febbie, Senin (15/9/2025).
Pada awalnya, jumlah siswa yang bergejala hanya sekitar 10 orang. Namun setelah penelusuran, kasusnya bertambah signifikan. “Berdasarkan laporan, ada sekitar 200 siswa kelas 10 yang absen. Selain itu, sekitar 40 siswa yang hadir juga datang ke UKS dengan keluhan serupa,” ujarnya.
Puskesmas Cibadak pun segera menurunkan tim medis untuk memberikan penanganan. “Kami turunkan lima tenaga, terdiri dari dokter, perawat, dan tim surveilans. Alhamdulillah, semua siswa bisa ditangani di UKS tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit,” kata Febbie.
Guna memastikan penyebab kejadian, pihak Puskesmas langsung mengambil sampel makanan dari program MBG. “Kami minta sampel menu hari Kamis dan Jumat.
Sampel disimpan di freezer lalu dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk diteruskan ke laboratorium provinsi,” tambahnya.
Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.





