Asep Japar dan Andreas Jangan jadi Bupati-Wakil Bupati yang Sibuk di Acara Seremoni

Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas jangan jadi bupati-wakil bupati yang terjebak pada kegiatan atau acara seremoni yang sudah diagendakan di bagian protokoler pemda saja.
Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas

BERITAUSUKABUMI.COM-Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas jangan jadi bupati-wakil bupati yang terjebak pada kegiatan atau acara seremoni yang sudah diagendakan di bagian protokoler pemda saja.

Tapi lebih dari, Asep Japar dan Andreas harus jadi pimpinan kepala daerah yang gemar terjun langsung ke masyarakat, mendengar, melihat dan merasakan langsung setiap permasalahan apa yang dibutuhkan solusinya oleh masyarakat.

“Ya minimal seperti waktu kampanye saja dulu, mau menyapa warga, mendengar keluhan warga. Sekarang kebiasaan selama kampanye juga diterapkan lagi, apalagi sekarang sudah punya wewenang, jangan jadi bupati dan wakil bupati yang terjebak pada acara seremoni saja,”ujar aktivis Fraksi Rakyat Sukabumi, Rozak Daud kepada beritausukabumi.com, Senin (3/3/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut Rozak Daud, kalau Asep Japar dan Andreas masih terjebak pada kesibukan acara seremoni saja, tentu penyelesaian semua persoalan di Kabupaten Sukabumi, akan kembali berjalan lambat.

“Acara seremoni seperti menghadiri peresmian atau giat tertentu yang diadakan oleh dinas-dinas juga perlu, tapi menyelesaikan masalah di Kabupaten Sukabumi tidak cukup hanya memberi arahan saat rapat dinas, harus terjun langsung ke lapangan, rapatnya kalau bisa di lapangan jangan di kantor setda saja,”tegasnya.

Rozak juga meminta Asep Japar dan Andreas tidak menyimpan rasa kakagok atau canggung untuk memberi tindakan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan yang ada.

Apalagi, segudang persoalan dari masalah infrastruktur, reforma agraria, kemacetan, lapangan kerja dan lainnya yang butuh solusi dan penyelesaian konkrit dari pemerindah daerah itu harus segera dilakukan.

“Ya seperti masalah pekerjaan pembangunan yang dilakukan pihak ketiga yang hasil pekerjaannya asal-asalan, kepala dinas atau jajarannya yang masih suka kerja lambat itu agar ditegur dan ditindak,”harapnya.

Rozak Daud yakin, jika Asep Japar dan Andreas tidak terjebak pada kegiatan seremoni, semua persoalan di Kabupaten Sukabumi, secara bertahap akan bisa diselesaikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *