Sudah Dua Kali Atap Ruang Kelas SD Negeri di Cidahu Sukabumi Ambruk

Anggota Koramil Cidahu mengamankan ruang kelas SD Negeri Kerenceng yang atapnya ambruk/foto:ist

BERITAUSUKABUMI.COM-Dipertengahan Agustus hingga pertengahan September 2021 ini, sudah dua kejadian ambruknya atap ruang kelas SD Negeri terjadi di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi.

Kejadian pertama menimpa ruang kelas di SD Negeri Kerenceng Desa Pondokkaso Tengah. Sedikitnya ada lima ruang kelas yang terdampak akibat atap bangunan di SD Negeri tersebut ambruk pada Rabu 18 Agustus 2021.

Kini, peristiwa atap ruang kelas SD Negeri ambruk kembali terulang. Kali ini terjadi di SD Negeri Tenjojaya, Kampung Cidahutonggoh, Desa Pondokkaso Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa, 14 September 2021.

Bacaan Lainnya

Faktor cuaca ekstrem yakni derasnya air hujan yang turun mengguyur jadi alasan ambruknya ruang kelas di dua gedung SD Negeri tersebut. Padahal, faktor kondisi bangunan yang sudah rapuh karena lambat diperbaiki, merupakan faktor kuat ambruknya atap bangunan SD Negeri itu.

BACA JUGA : Nunggu Anak Sekolah PAUD, 10 Orang Tertimpa Bangunan Posyandu Bencoy Cireunghas

“Pertanyaan kita apakah dinas pendidikan terkait memiliki data base tentang kondisi fisik bangunan di wilayah mana saja yang masuk skala prioritas untuk segera diperbaiki. Ambruknya atap bangunan di dua SD Negeri di Kecamatan Cidahu seharusnya jadi catatan betapa pentingnya pendataan data base bangunan yang sudah secepatnya diperbaiki,”ungkap Direktur Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Barat, AA Hasan Lamehering dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Selasa 14 September 2021.

Data base bangunan sekolah yang rusak atau perlu penangganan perbaikan jelas AA Hasan perlu dimiliki dinas pendidikan terkait (Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi) supaya peristiwa ambruknya bangunan sekolah bisa lebih diantisipasi dari awal.

“Kalau bicara ideal sih seharusnya dari awal sudah bisa dicegah, jangan baru ada kejadian apalagi sampai memakan korban jiwa, kemudian sibuk mendata sekolah yang bangunannya berpotensi ambruk seperti yang terjadi di dua SD Negeri yang ada di Kecamatan Cidahu itu,”terangnya.

Terlebih kata AA Hasan, Kabupaten Sukabumi status PPKMnya sudah turun ke level 2, di mana aktivitas seperti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sudah perbolehkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita segera meminta dinas pendidikan terkait melakukan pendataan ulang untuk bangunan sekolah atau ruang kelas baru mana saja yang harus jadi prioritas perbaikan secepatnya,”ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Cidahu, Jenal Abidin mengatakan, selain faktor cuaca, ambruknya atap bangunan SD Negeri di dua lokasi yang ada di wilayahnya memang faktor bangunannya sudah tua dan perlu perbaikan secepatnya.

“Bangunannya memang sudah tua perlu perbaikan, dengan kejadian ini kami sudah melaporkan serta mengusulkan ke dinas pendidikan agar secepatnya jadi skala prioritas perbaikan,”kata Jenal.

Namun Jenal mengaku tidak bisa memastikan apakah perbaikan ruang kelas yang atapnya ambruk akan diperbaiki tahun ini atau tahun kapan. Hanya saja, pihaknya sudah mengusulkan untuk segera diperbaiki secepatnya.

“Saya belum tahu data pasti berapa jumlah bangunan sekolah di Kecamatan Cidahu yang berpotensi ambruk, tapi sudah saya berikan peringatan agar pihak sekolah terus waspada untuk mengantisipasi kejadian serupa supaya kejadian korban jiwa atau luka bisa dihindari,”tandasnya.


penulis : Yoga Firdaus

editor : Irwan Kurniawan

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *