BERITAUSUKABUMI.COM – Upaya perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi sampai saat ini belum berjalan optimal.
Hal itu diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus.
Uus mengakui sejumlah pekerjaan mengalami kendala serius, terutama akibat keterbatasan anggaran dan melonjaknya harga material konstruksi.
Menurut Uus, meskipun beberapa titik jalan sudah mulai diperbaiki, hasilnya belum maksimal dan belum mampu menjawab seluruh keluhan masyarakat.
Kondisi ini dipicu oleh tekanan biaya proyek yang meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Beberapa pekerjaan sebenarnya sudah berjalan, namun terpaksa tertunda karena lonjakan harga material. Ini menjadi tantangan yang tidak bisa kami hindari,” ujar Uus saat acara Halal bi Halal DPU Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.
Uus menjelaskan, kenaikan harga bahan konstruksi tidak lepas dari dampak situasi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Kondisi tersebut berimbas pada rantai pasok dan harga material di dalam negeri, sehingga mempengaruhi pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di daerah.
Selain faktor eksternal, keterbatasan kemampuan anggaran daerah juga menjadi penghambat utama dalam percepatan perbaikan jalan.
Akibatnya, sejumlah proyek harus disesuaikan bahkan ditunda sementara hingga kondisi lebih memungkinkan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Dinas PU Kabupaten Sukabumi tetap berupaya menjalankan program secara bertahap dan memprioritaskan titik-titik jalan yang paling membutuhkan penanganan.
Halal bi Halal juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim dalam bentuk perlengkapan sekolah.
Sejumlah pegawai Dinas PU yang memasuki masa purna bhakti juga diberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.





