Menteri Desa Yandri Susanto Ungkap Kendala Lahan Pembangunan Gerai KDMP di Daerah

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyoroti kendala pengadaan lahan yang belum strategis dalam pembangunan gerai KDMP. Hal tersebut disampaikannya saat peletakan batu pertama gerai KDMP di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka. Ia mengimbau masyarakat dan perusahaan yang memiliki lahan strategis untuk mendukung pembangunan melalui hibah demi percepatan penguatan ekonomi desa.
Menteri Desa Yandri Susanto ((ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pengadaan lahan yang belum strategis masih menjadi hambatan utama dalam pembangunan gerai KDMP di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gerai KDMP di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jumat (19/12/2025).

Yandri mengungkapkan, di banyak wilayah lahan yang disiapkan untuk pembangunan gerai KDMP belum memenuhi kriteria, baik dari sisi lokasi maupun luas lahan.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini dinilai dapat memperlambat realisasi pembangunan dan pemanfaatan gerai KDMP bagi masyarakat.

“Hampir di sebagian besar daerah ditemukan kasus lahan yang diperuntukkan bagi KDMP ternyata tidak strategis. Pengadaan lahan masih menjadi kendala. Ada lahan yang tersedia, tetapi lokasinya kurang strategis, atau tersedia namun luasnya tidak sesuai dengan kebutuhan pembangunan gerai,” ujar Yandri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mengimbau masyarakat serta pihak perusahaan yang memiliki tanah di lokasi strategis agar dapat berpartisipasi mendukung pembangunan gerai KDMP, salah satunya melalui hibah lahan.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, terdapat lahan strategis yang dihibahkan sehingga pembangunan gerai KDMP dapat berjalan lebih cepat.

Yandri berharap langkah kolaboratif tersebut dapat ditiru oleh daerah lain demi mendukung percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *