BERITAUSUKABUMI.COM-Program Wakaf Dana Abadi yang digulirkan WaliKota Sukabumi, Ayep Zaki, masih jadi bahan perdebatan sejumlah pihak. Meski begitu, Ayep Zaki tetap “tegak lurus” dengan menginstruksikan kepada jajarannya untuk membentuk Kampung Wakaf di setiap kelurahan.
Bagi Ayep Zaki pembentukan Kampung Wakaf itu merupakan upaya konkret untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dari akar rumput. Instruksi ini disampaikan dalam Forum Perangkat Daerah Kecamatan Baros yang digelar pada Selasa, (6/5/2025).
Menurut Ayep Zaki, pembentukan Kampung Wakaf bukan sekadar program sosial, tetapi merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Sukabumi untuk menciptakan kota yang sejahtera dan makmur.
“Kami ingin agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari setiap kebijakan yang diluncurkan pemerintah. Kampung Wakaf ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan warga dalam membangun ekonomi berbasis nilai-nilai sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Ayep juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Ayep mengajak warga untuk membangun kepercayaan, menjaga harmonisasi sosial, dan aktif berkontribusi demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Ayep memaparkan realisasi 19 janji politik yang tengah dijalankan, dengan total anggaran mencapai Rp74 miliar.
Salah satu program unggulan lainnya adalah pembentukan Koperasi Merah Putih di tiap kelurahan, yang akan mengelola dana abadi untuk mendukung kemandirian ekonomi warga.
“Koperasi Merah Putih akan menjadi pengelola dana bergulir yang transparan dan berkelanjutan, sehingga setiap kelurahan memiliki instrumen ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara kolektif,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Sukabumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.





