Mafia Jual Beli Titik Dapur SPPG MBG Terbongkar, Kerugian Korban di Jabar Tembus Rp1,9 Miliar

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya bersama Polri Memberikan keterangan kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/05/2026). (sumber:bgn)

BERITAUSUKABUMI.COM-Mafia Jual Beli Titik Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terkuak di sejumlah daerah di Indonesia.

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat praktik jual beli titik SPPG diduga terjadi di Jawa Barat, Lombok Timur, Barelang hingga Banten dengan total kerugian korban mencapai miliaran rupiah.

Wakil Kepala BGN sekaligus Ketua Tim Verifikasi, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa di Jawa Barat saja nilai kerugian para korban telah mencapai Rp1,9 miliar dengan jumlah pelapor sebanyak 21 orang.

Bacaan Lainnya

Para korban diduga tertipu oleh oknum yang mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat BGN dan menjanjikan pengurusan titik dapur MBG.

“Kami menerima banyak laporan dari beberapa daerah. Para pelapor tersebut merupakan korban dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau mungkin mengaku pejabat BGN dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG tentu saja dengan permintaan uang,” ujar Sony dalam konferensi pers, Senin (25/05/2026).

Selain di Jawa Barat, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Provinsi Banten dengan total kerugian mencapai Rp400 juta dan melibatkan dua korban.

Sementara di Lombok Timur, dugaan jual beli titik dapur MBG bahkan disebut mencapai Rp950 juta per titik.

Modus para pelaku yakni menjanjikan korban dapat memperoleh proyek pengelolaan dapur MBG atau titik SPPG dengan dalih memiliki akses langsung kepada pejabat di lingkungan BGN. Korban yang tergiur kemudian diminta menyerahkan uang dengan nominal besar.

Sony menegaskan, dugaan penipuan ini diduga dijalankan secara terorganisir dan saat ini tengah didalami bersama aparat kepolisian.

“Saya pegang bukti-bukti. Bukan hanya orang-orang tidak dikenal, ada orang juga yang satu organisasi. Ini sedang saya perdalam. Satu organisasi keterlibatannya apa,” tegas Sony.

Meski demikian, BGN memastikan hingga kini belum ditemukan bukti keterlibatan pegawai internal dalam praktik jual beli titik dapur MBG tersebut.

Proses penyelidikan masih terus berjalan guna membongkar jaringan pelaku dan aliran dana yang diduga terlibat.

Menindaklanjuti maraknya laporan masyarakat, BGN kini memperkuat koordinasi bersama Satgas MBG Polri serta jajaran kepolisian di berbagai daerah untuk menerima laporan dan menindak tegas para pelaku.

Kepala Satgas MBG Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan Program Makan Bergizi Gratis untuk kepentingan pribadi.

“Tentunya Satgas MBG dalam hal ini Polri mendukung penuh dalam rangka penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG ini mengambil keuntungan dengan cara-cara menyimpang dan melanggar hukum,” tegas Danang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *