Kunto Aji Soroti Isu Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis

Kunto Aji tanggapi isu keracunan massal program Makan Bergizi Gratis. Ia tekankan pentingnya standar keamanan pangan dan kesiapan SDM.
Musisi Kunto Aji ikut angkat bicara soal isu keracunan massal yang ramai dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (istimewa)

BERITAUSUKABUMI.COM-Musisi Kunto Aji ikut angkat bicara soal isu keracunan massal yang ramai dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui akun media sosial X, ia menepis dugaan bahwa kasus tersebut terjadi karena sabotase atau racun, dan menilai penyebab yang lebih masuk akal adalah lemahnya kompetensi dalam pengelolaan dapur massal.

Dalam unggahannya, Kunto Aji bahkan membagikan percakapan dengan seorang temannya yang berprofesi sebagai pengusaha katering. Temannya itu menekankan bahwa pelatihan karyawan dan penerapan standar keamanan pangan sangat penting agar makanan yang disajikan tetap aman bagi ribuan orang.

Kunto Aji menjelaskan bahwa menyiapkan makanan untuk ribuan penerima manfaat bukanlah hal sederhana. Proses tersebut membutuhkan keahlian khusus, mulai dari pengolahan, penyimpanan, pengaturan suhu, hingga distribusi.

Ia juga mempertanyakan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) jika program MBG dijalankan secara nasional. Menurutnya, tanpa standar yang ketat dan tenaga terlatih, potensi masalah seperti kasus keracunan bisa berulang.

Cuitan Kunto Aji langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menilai analisanya logis dan memberikan masukan penting bagi evaluasi program Makan Bergizi Gratis.

Sebagian lain menilai pernyataan tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan serius bagi pemerintah agar program MBG lebih matang dalam pelaksanaan.

Program MBG sendiri tengah menjadi sorotan publik setelah beberapa kasus keracunan massal dikaitkan dengan pelaksanaannya. Hingga kini, diskusi mengenai standar pengelolaan dapur massal, keamanan pangan, serta kesiapan SDM masih terus bergulir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *