BERITAUSUKABUMI.COM-Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Muttaqien Syaifudin, menanggapi “senggolan-senggolan” Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang cukup rajin nyentil Bupati Sukabumi, Asep Japar di media sosial atau medsos.
Sentilan KDM ke Asep Japar di medsos terutama terkait persoalan pembangunan infrastruktur jalan dan kondisi fiskal daerah.
Daniel menilai, persoalan keterbatasan fiskal yang berdampak terhadap pembangunan bukan hanya dihadapi Pemerintah Kabupaten Sukabumi saja.
Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah lainnya di Jawa Barat.
Pernyataan itu disampaikan Daniel saat dimintai tanggapan mengenai Bupati Sukabumi yang berulang kali disentil KDM melalui media sosial, khususnya terkait persoalan pembangunan daerah.
“Permasalahan fiskal di daerah itu bukan hanya terjadi di Kabupaten Sukabumi. Fiskal daerah itu terjadi di seluruh wilayah,” ujar Daniel kepada BERITAUSUKABUMI.COM, usai pembukaan Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026).
Daniel berharap persoalan tersebut dilihat secara utuh dan komprehensif, bukan hanya dengan menyoroti satu daerah. Sebab, setiap pemerintah daerah memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Daniel juga meyakini setiap kepala daerah yang mendapatkan amanah dari masyarakat akan berupaya memberikan yang terbaik bagi wilayah yang dipimpinnya.
“Saya pikir, Pak KDM juga tidak bisa hanya mengkhususkan saja pada wilayah Kabupaten Sukabumi. Tapi harus melihat secara utuh, secara komprehensif,” katanya.
Ketika kembali ditanya mengapa Kabupaten Sukabumi, khususnya Bupatinya yang terbilang sering menjadi sorotan di media sosial KDM, Daniel menyebut hal itu kemungkinan berkaitan dengan popularitas Asep Japar sebagai kepala daerah.
Menurut Daniel, Bupati Sukabumi bisa jadi memiliki daya tarik tersendiri sehingga kerap menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat.
“Ya, mungkin karena Bupati kita, Bupati Kabupaten Sukabumi itu media darling,” ucapnya.
Saat ditanya apakah sorotan KDM tersebut merupakan bentuk perhatian atau justru memiliki makna lain, Daniel menanggapinya secara ringan.“Ya, mungkin bentuk sayang juga,” tandasnya.





