Keputusan tersebut diambil di tengah keprihatinan keluarga atas peristiwa yang nyaris tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Menurut Narti elama 12 tahun membina rumah tangga, ia mengaku tidak pernah mengalami kekerasan seperti yang terjadi dalam insiden tersebut.
Narti menceritakan, peristiwa tragis itu berlangsung mendadak pada malam hari. Di mana, sebelum kejadian, ia mengaku tidak terlibat pertengkaran maupun persoalan rumah tangga yang mengarah pada tindakan kekerasan.
Menurut pengakuannya, suaminya baru pulang bekerja dan keduanya masih menjalani aktivitas seperti biasa, termasuk makan bersama.
Nah. situasi mendadak berubah ketika Narti sedang menyiapkan makanan setelah suaminya meminta dibuatkan nasi.
Saat hendak menyajikan makanan, peristiwa tersebut terjadi hingga Narti mengalami luka sayatan di bagian leher dan pipi. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Jampangkulon.
“Alhamdulillah, selama berumah tangga tidak pernah ada pertengkaran seperti ini. Jangankan sampai kasar, membentak saja tidak pernah,” ungkap Narti kepada sejumlah media, Sabtu (18/10/2026).
Narti meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut. Narti menilai perjalanan rumah tangganya selama ini lebih diketahui oleh dirinya dan keluarga.
Di balik peristiwa tersebut, Narti mengungkapkan jika suaminya sempat mengalami perubahan kondisi setelah bekerja di Jakarta.
Narti juga bercerita, pada suatu malam suaminya menghubungi dirinya sekitar tengah malam dan meminta agar Narti bersama anak-anak pulang ke rumah orang tuanya.
Saat itu, sang suami mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Narti mengatakan suaminya bekerja di bidang konstruksi bangunan di Jakarta bersama adiknya.
Pekerjaan yang semula dilakukan di sebuah rumah pribadi kemudian mengalami penyesuaian setelah jumlah pekerja ditambah untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Mereka selanjutnya tinggal di sebuah rumah kontrakan. Selama kurang lebih 10 hari berada di tempat tersebut, suaminya disebut mengalami kesulitan tidur, demam, berkeringat, dan merasa kondisi tubuhnya tidak nyaman.
Narti juga menyebut terdapat area pemakaman di dekat kontrakan tersebut. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui secara pasti penyebab keluhan yang dialami suaminya maupun apakah kondisi itu berkaitan dengan kejadian yang menimpanya.
Ia mengaku tidak pernah mendengar adanya persoalan pekerjaan ataupun konflik rumah tangga serius sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Hingga kini, penyebab kejadian itu belum dapat dipastikan. Keluhan fisik yang diceritakan Narti juga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi atau gangguan tertentu yang dialami suaminya.
Satreskrim Polres Sukabumi Tetap Dalami Kasus
Sementara itu, Satreskrim Polres Sukabumi memastikan telah menindaklanjuti video dugaan KDRT yang beredar di masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan pihaknya bergerak atas instruksi Kapolres Sukabumi.
Polisi telah mengundang sejumlah pihak terkait, mulai dari korban dan pria yang diduga terlibat hingga tokoh masyarakat serta pemerintah desa.
Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, mengumpulkan bukti, dan berkoordinasi dengan rumah sakit yang sebelumnya memberikan penanganan medis kepada korban.
“Dari Satreskrim Polres Sukabumi, kami sudah menindaklanjuti video tersebut. Saat ini kami bekerja secara intensif melalui pemeriksaan pihak-pihak terkait, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan rumah sakit,” kata Dudi.
Ia menjelaskan, Narti telah kembali ke rumah dan sudah dapat menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Meski demikian, kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian untuk memperoleh gambaran yang utuh.
Mengenai keinginan keluarga yang menyatakan tidak ingin melaporkan kejadian tersebut, Dudi mengatakan pihaknya belum menerima pernyataan tertulis yang tercatat secara administratif mengenai hal itu.
Kepolisian akan kembali berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui perkembangan sikap keluarga sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Sampai saat ini kami belum menerima secara tertulis dan teradministrasikan terkait hal tersebut. Namun, kami akan mencoba kembali berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Dudi menegaskan, penanganan perkara masih berlangsung berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan penyidik.
Sikap Narti yang memilih memaafkan suaminya menjadi bagian dari keterangan dalam perkara tersebut.





