BERITAUSUKABUMI.COM-Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Asmara menilai anggaran pendidikan yang diusulkan sebesar Rp 708,2 triliun sampai Rp 741,7 triliun dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2025 itu bisa mencukupi program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Untuk itu kata Dewi Asmara, Fraksi Golkar sangat menyambut baik KEM PPKF Tahun 2025 yang sudah didesain dengan mempertimbangkan visi misi dan program unggulan Makan Bergizi Gratis yang dimasukkan dalam pagu anggaran pendidikan.
“Anggaran Pendidikan Rp 708,2 triliun hingga Rp 741,7 triliun terbilang mencukupi untuk program peningkatan gizi anak sekolah,” ungkap Dewi Asmara saat penyampaian pandangan Fraksi Golkar atas KEM PPKF RAPBN 2025 di Rapat Paripurna Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024 hari ini, Selasa (28/5/2024).
BACA JUGA :
Dewi Asmara Tekankan Sosialisasi Empat Pilar Penting Dipahami Seluruh Generasi Bangsa
Fraksi Golkar, lanjut Dewi Asmara mendukung penuh dimulainya program Makan Bergizi Gratis yang akan mulai dilaksanakan tahun 2025 nanti.
Di mana program Makan Bergizi Gratis ucap Dewi Asmara dinilainya sebagai langkah dan upaya nyata menekan angka kemiskinan, prevalensi stunting, dan diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian serta memberikan multiplier effect signifikan terutama untuk UMKM.

“Karenanya Fraksi Partai Golkar menekankan pentingnya pengawasan yang ekstra hati-hati terhadap mekanisme pengaturan program tersebut untuk meminimalisir celah kebocoran dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Secara umum terang Dewi Asmara,Fraksi Partai Golkar mendukung rancangan postur APBN 2025. Misalnya, anggaran infrastruktur diusulkan pada kisaran Rp 404,2 triliun hingga Rp 433 triliun.
BACA JUGA :
Ekonomi Sulit Dewi Asmara Tetap Dorong Warga untuk Punya Penghasilan
“Besaran ini menggambarkan kesinambungan dan keberlanjutan Proyek Strategis Nasional, termasuk pembangunan IKN nusantara,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Dewi, anggaran Perlinsos sebesar Rp 496,9 triliun hingga Rp 513 triliun juga menggambarkan keberlanjutan komitmen pemerintah terhadap masyarakat lapisan menengah ke bawah.(advertorial).
editor : Irwan Kurniawan





