BERITAUSUKABUMI.COM-Ajakan Walikota Sukabumi, Ayep Zaki agar masyarakat umum khususnya mahasiswa dalam penyampaian aspirasi dilakukan secara dialogis tanpa harus turun ke jalan, diacuhkan.
Buktinya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi Raya tetap melakukan aksi demonstrasi dengan turun ke jalan.
Ketua IMM Sukabumi Raya, Muhamad Fajri Nur Rizky, menyatakan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara dan menjadi sarana sah untuk menyuarakan kritik terhadap tata kelola pemerintahan yang dinilai belum maksimal.
“Kami menghargai ajakan Walikota dengan akan membuka ruang publik dalam penyampaian aspirasi, namun ruang itu tidak cukup merepresentasikan keresahan publik. Aksi tetap kami laksanakan demi menyuarakan kepentingan rakyat,” ujar Fajri kepada BERITAUSUKABUMI.COM, disela-sela aksi depan Balai Kota Sukabumi, pada Jumat (8/8/2025).
Menurutnya aksi kali ini akan berlangsung di dua titik penting, yakni kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Balai Kota Sukabumi.
“Tuntutannya masih seputar tata kelola pemerintahan, dan dugaa praktek KKN yang dilakukan Walikota Sukabumi,”singkatnya.
“Kita harus menjaga semangat kritis dan independen. Demonstrasi adalah bagian dari tradisi gerakan mahasiswa yang tidak boleh dimatikan,” tegas Fajri.
Sebelumnya, Walikota Ayep Zaki mengimbau agar mahasiswa menyampaikan aspirasi secara tertulis melalui surat resmi yang ditujukan kepada dinas terkait. Surat tersebut akan diseleksi berdasarkan urgensi dan dampaknya terhadap kepentingan publik.
“Kami membuka ruang ini agar tidak perlu ada demonstrasi. Aspirasi bisa disampaikan secara dialogis dan solutif,” ujar Ayep Zaki dalam pernyataannya.
Ayep Zaki menegaskan ia dan Pemkot Sukabumi siap menerima audiensi dari kelompok mahasiswa atau masyarakat yang memiliki kritik maupun masukan terhadap kinerja pemerintah daerah. Namun, Ayep menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara santun dan membangun.
“Kritik itu wajar dalam demokrasi, tapi jangan dijadikan alat untuk mencaci maki atau menjatuhkan. Mari kita bangun daerah ini bersama dengan cara yang sehat dan bermartabat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap generasi muda, Wali Kota juga menyatakan kesiapannya mengalokasikan anggaran untuk mendukung kreativitas mahasiswa.
“Saya tidak anti kritik. Jika ada anak muda yang punya kompetensi, saya siap jadikan pendamping. Mari berdialog demi kemajuan Sukabumi,” tandasnya.





