BERITAUSUKABUMI.COM-Dunia pendidikan tinggi di Sukabumi mencatat tonggak sejarah baru.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Prof. Dr. Reny Sukmawani, M.P., resmi meraih jabatan akademik Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembangunan Pertanian.
Pencapaian tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan perguruan tinggi di Sukabumi. Prof. Reny Sukmawani tercatat sebagai Guru Besar pertama di Sukabumi yang lahir dari perguruan tinggi di Sukabumi, yakni Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Gelar akademik tertinggi tersebut sekaligus menjadi gambaran semakin kuatnya kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi lokal.
Selama ini, keberadaan Guru Besar menjadi salah satu unsur strategis dalam memperkuat tradisi akademik, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.
Kepakaran Prof. Reny Sukmawani di bidang Pembangunan Pertanian juga dinilai memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Keilmuan tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan kajian dan inovasi di sektor pertanian sekaligus pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi.
Capaian ini menjadi semakin penting karena Prof. Reny tidak hanya berstatus sebagai akademisi, tetapi juga dipercaya memimpin UMMI sebagai rektor.
Kehadirannya sebagai Guru Besar menjadi bagian dari perjalanan UMMI dalam memperkuat kualitas kelembagaan dan kapasitas akademik.
Lahirnya Guru Besar dari kampus yang berada di Sukabumi juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi daerah memiliki potensi untuk berkembang dan melahirkan akademisi hingga mencapai jenjang akademik tertinggi.
Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi ekosistem pendidikan tinggi di Sukabumi. Kampus lokal tidak hanya berperan mencetak lulusan, tetapi juga memiliki kapasitas dalam membangun tradisi keilmuan dan menghasilkan sumber daya akademik yang mampu memberikan kontribusi lebih luas.
Dengan diraihnya jabatan Guru Besar oleh Prof. Dr. Reny Sukmawani, M.P., UMMI kini memiliki catatan penting dalam sejarah pendidikan tinggi Sukabumi.
Pencapaian tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi penguatan riset, pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas akademik, serta lahirnya lebih banyak akademisi unggul dari perguruan tinggi di Sukabumi.





