BERITAUSUKABUMI.COM – Keluarga Ende Nur Jaya (47 tahun), pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Cemerlang, Kampung Cikareo RT 03/RW 11, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam kematian korban.
Desakan tersebut disampaikan salah satu kakak korban, Anisa Yuningsih, setelah hasil autopsi mengungkap adanya luka-luka serius akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan adiknya meninggal dunia.
Anisa berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Saya dan keluarga ingin pelaku segera tertangkap. Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang telah menyebabkan adik kami meninggal dunia,” ujar Anisa Yuningsih kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Kamis (17/7/2026).
Ia percaya pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku yang menyebab kematian keluarganya itu.
Sebelumnya, kasus kematian tragis yang sempat menjadi misteri itu kini mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan tim forensik menunjukkan korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala dan leher akibat benturan benda tumpul.
Dokter Forensik RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Nurul Aida Fathiya, menjelaskan bahwa penyebab utama kematian korban adalah cedera berat pada kepala yang mengakibatkan kerusakan jaringan otak serta pendarahan hebat.
“Kekerasan tumpul itu merusak bagian kepala hingga ke jaringan otak, menyebabkan pendarahan yang sangat banyak dan berujung pada kematian,” jelas dr. Nurul.
Selain luka pada kepala, tim forensik juga menemukan luka di bagian leher. Bahkan terdapat luka sepanjang sekitar 12 sentimeter yang membentang dari area wajah hingga kepala korban.
“Luka terpanjang kurang lebih sekitar 12 sentimeter, semuanya berada di area kepala dan wajah,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief memastikan penyelidikan masih terus berlangsung. Menurutnya, tim gabungan dari Polres Sukabumi Kota dan Polda Jawa Barat saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
“Penyelidikan masih berlangsung. Tim Buser Polres, bahkan dari Polda Jabar juga turun langsung. Semua sedang melakukan pendalaman,” singkatnya.
Sebelumnya, warga Kampung Cikareo digegerkan dengan penemuan jasad Ende Nur Jaya pada Rabu (24/6/2026) dini hari. Korban ditemukan tergeletak di tengah jalan dengan kondisi penuh luka dan bersimbah darah.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RSUD R. Syamsudin SH untuk menjalani autopsi. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik dugaan aksi kekerasan yang merenggut nyawa korban.




