NusaBumi Institute Sebut Aksi 2.6.26 ke Walikota Ayep Zaki Bukan Pesanan Politik tapi Ledakan Kekecewaan Warga

**Deskripsi SEO:** Kekecewaan warga Kota Sukabumi terhadap kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki disebut semakin menguat. Pentolan NusaBumi Institute, Dedi Suryadi, menegaskan aksi massa 2 Juni 2026 merupakan gerakan murni masyarakat yang menuntut realisasi janji kampanye, termasuk dana abadi Rp10 juta untuk RT/RW. Di tengah gelombang protes, wacana pemakzulan wali kota pun mulai berkembang.
Dedi Suryadi dan Ayep Zaki dalam sebuah acara diskusi beberapa waktu lalu (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pentolan NusaBumi Institute, Dedi Suryadi, menegaskan rencana aksi massa pada 2 Juni 2026 merupakan gerakan murni warga Kota Sukabumi yang lahir dari akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Menurut Dedi, tudingan jika aksi tersebut ditunggangi kelompok tertentu merupakan isu yang kerap dimunculkan setiap kali terjadi gerakan besar masyarakat.

“Ini bukan lagi sekadar gerakan RT/RW. Ini sudah menjadi gerakan warga Kota Sukabumi yang merasa janji-janji politik wali kota tidak kunjung direalisasikan,” ujar Dedi kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Senin (1/6/2026)

Bacaan Lainnya

Dedi menilai kekecewaan masyarakat semakin besar karena berbagai program yang dijanjikan saat kampanye, termasuk dana abadi Rp10 juta untuk RT dan RW serta program P2RW, hingga kini belum memiliki kepastian anggaran.

“Yang ditanyakan warga sederhana, dari mana sumber anggarannya? Sampai hari ini belum ada jawaban yang jelas. Yang muncul justru retorika politik,” katanya.

Dedi juga menyoroti pola komunikasi wali kota yang dinilai sering memunculkan polemik dan blunder sehingga memperburuk kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Akibat kondisi tersebut, kata Dedi, muncul berbagai aspirasi di tengah masyarakat, termasuk wacana pemakzulan terhadap wali kota.

“Pemikiran ke arah pemakzulan itu berkembang dan tidak bisa dihindari. Muncul karena masyarakat mulai apatis dan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan saat ini,” tegasnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan tuntutan utama gerakan tetap berfokus pada realisasi janji-janji politik dan kejelasan program yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Dedi mengklaim berdasarkan survei internal NusaBumi Institute, sentimen negatif masyarakat terhadap Wali Kota Sukabumi saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.

“Aksi ini adalah bentuk peringatan bahwa kepercayaan masyarakat sedang berada di titik kritis,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *