BERITAUSUKABUMI.COM-Selain faktor kondisi jalan yang rusak, operasi overload atau muatan berlebih disebut menjadi praktik rutin dalam pengangkutan sampah di Kabupaten Sukabumi akibat minimnya jumlah armada, sehingga truk kerap dipaksa mengangkut muatan melebihi kapasitas.
Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan, mempercepat kerusakan kendaraan, serta membahayakan keselamatan para pengemudi.
Fakta ini kembali mencuat setelah satu unit truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terguling di Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, Selasa (25/11/2025).
Petugas Sarpras Bidang Persampahan, Saepul Rohman, mengungkapkan bahwa praktik overload sudah menjadi situasi yang tidak terhindarkan karena jumlah armada sangat terbatas.
“Kita nggak bisa menghindari muatan berlebihan. Karena unit kurang, mau tidak mau harus overload,” kata Saepul.
Saepul menjelaskan bahwa kapasitas angkut truk hanya sekitar 4 ton, namun demi mencegah lonjakan sampah dan keluhan masyarakat, muatan sering mencapai 8–9 meter kubik. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan mempercepat kerusakan kendaraan.
Anggaran Pemeliharaan Tersendat Proses Hukum
Rumitnya situasi bertambah karena anggaran pemeliharaan 52 unit truk DLH tahun 2025 sebesar Rp 2,5 miliar tidak dapat digunakan. Proses hukum terkait pengadaan sebelumnya menghambat penunjukan pihak pemeliharaan.
“Anggaran nggak mungkin kepakai semua karena masih proses di sistem, masalah yang dulu di pengadilan belum beres,” jelas Saepul.
Akibatnya, seluruh armada terpaksa beroperasi tanpa perawatan berkala. Tidak adanya servis rutin membuat kondisi armada rawan rusak saat bertugas di lapangan.
Selain overload, kondisi jalan nasional di ruas Warungkiara–Palabuhanratu juga menjadi faktor yang memperbesar peluang kecelakaan. Sejumlah titik dilaporkan berlubang dan miring, sehingga pengemudi harus ekstra hati-hati saat melintas.
Kombinasi antara muatan berlebih, armada tanpa perawatan, dan infrastruktur jalan yang rusak membuat keselamatan pengemudi semakin terancam.
Sebelumny, truk yang dikemudikan Akus (44) itu terguling sekitar pukul 08.45 WIB di Kampung Baeud, Kecamatan Warungkiara.
Kendaraan baru saja menyelesaikan rit pertama dari Pasar Palabuhanratu. Saat melintas di tikungan menanjak, pengemudi mencoba menghindari lubang pada badan jalan yang kondisinya miring akibat pergeseran tanah.
Manuver tersebut gagal, membuat truk kehilangan kendali dan terguling ke sisi jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.





