BERITAUSUKABUMI.COM-Geri Selamat seorang pelajar SMA di Cikidang Kabupaten Sukabumi yang jadi korban pengeroyokan pada Sabtu (9/8/2025) dini hari, mengaku salah satu warga terduga pelaku pengeroyokan terhadap dirinya merupakan sosok seorang ustazd yang ia kenal selama ini.
Sosok ustazd itu ungkap Geri adalah ustadz yang rutin mengisi pengajian di masjid kampungnya. Sosok ustazd itu aku Geri ikut melakukan penganiayaan dengan memukulinya.
“Saya kaget dan tidak menyangka. Orang yang biasa memberi nasihat agama di mimbar, malah memukul saya. Saat itu yang ada di pikiran saya cuma, kenapa dia melakukan ini?” ungkapnya Geri kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya, Minggu (10/8/2025).
Geri kembali menceritakan kejadian naas yang menimpa dirinya. Di mana saat itu bermula sekitar pukul 03.15 WIB, saat Geri baru saja mengantar ayahnya ke Terminal Pajagan.
Namun, dompet ayahnya tertinggal dan meminta Geri untuk pulang kembali ke rumah mengambil dompet yang tertinggal.
Nah, dalam perjalanan kembali ke rumahnya, Geri diserempet sebuah mobil. Tak lama kemudian seorang pria berjalan kaki berteriak “tewak” (tangkap) hingga mengundang perhatian warga.
Sejurus kemudian, dua orang menghadang korban, salah satunya membawa bambu. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya hanya hendak mengantarkan dompet ayahnya yang tertinggal, massa tetap menyerangnya.
Saya dipukul berkali-kali, diseret, diikat, bahkan diancam akan dibunuh di depan ayahnya. Saya juga disiram air got, luka langsung perih. Dan lebih kagetnya karena di antara mereka ada ustazd yang biasa ceramah di kampung, tapi dia ikut mukul saya,” ungkapnya.
Untungnya, lanjut Geri aksi brutal warga terhenti setelah ada seorang kerabatnya melintas dan memastikan bahwa dirinya adalah warga setempat dan bukan pelaku pencurian seperti yang dituduhkan warga.”Setelah dijelaskan saya dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan,”pungkasnya.
Sampai saat ini, kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan terhadap Geri. Pihak keluarga Geri pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan tidak akan mengambil langkah damai agar kasus main hakin dan asal tuduh tanpa bukti dan saksi yang dialami Geri tidak terulang lagi.





