BERITAUSUKABUMI.COM-Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025, kembali memicu banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi terdampak parah berada di Kampung Ciseureuh, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh.
Kondisi banjir kali ini mengingatkan kembali pada pernyataan Walikota Sukabumi Ayep Zaki saat masih menjadi calon wali kota pada Pilkada 2024 lalu.
Saat itu, Ayep Zaki menegaskan perlunya penataan tata ruang, pengendalian banjir, dan penghijauan dari hulu ke hilir secara terintegrasi.
“Perencanaan tata ruang, ruang terbuka hijau, dan penghijauan harus direncanakan matang. Jika tidak, banjir akan terus menjadi masalah tahunan,” kata Ayep dalam sebuah wawancara dengan media, pada 5 November 2024 lalu.
Pasangan Ayep–Bobby, yang saat kampanye mengusung slogan “Ayeuna” (Sekarang), menyoroti dampak cuaca ekstrem yang memicu puluhan titik banjir dan longsor di Kota Sukabumi.
Saat itu Ayep Zaki menilai, banjir merata seperti yang terjadi belakangan ini adalah fenomena yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, hal ini menunjukkan lemahnya perencanaan tata kota.
“Banjir membuat mobilitas warga lumpuh dan perekonomian terganggu. Banyak aset rumah tangga rusak, dokumen penting terancam hilang. Ini terjadi karena pemerintah tidak memiliki perencanaan tata kota yang matang,” tegasnya.
Ayep Zaki menambahkan, meski cuaca ekstrem adalah siklus alam yang tidak dapat dihindari, dampaknya bisa diminimalkan jika infrastruktur dan tata ruang kota dirancang secara berkelanjutan.
“Kalau kita membangun dengan visi berkelanjutan untuk generasi ke generasi, insya Allah dampak cuaca ekstrem bisa kita kendalikan bersama,” pungkas Ayep.





