BERITAUSUKABUMI.COM-Misteri menyelimuti hilangnya Cahya (18), siswa SMKN 1 Palabuhanratu asal Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ia dilaporkan hilang sejak Kamis pagi, 6 April 2025, dan hingga hari ini, belum juga ditemukan.
Cahya terakhir terlihat saat berangkat sekolah bersama temannya, Dias, sekitar pukul 5 pagi. Dalam perjalanan, Cahya mengaku lupa membawa dasi dan memilih untuk kembali ke rumah. Anehnya, ia tak pernah kembali ke tempat Dias menunggu, dan pihak keluarga pun tidak melihat Cahya pulang.
“Kami bingung, di rumah nggak ada Cahya, tapi temannya juga nungguin dia lama dan nggak muncul-muncul,” ujar Dandi, kakak kandung Cahya.
Keluarga menyebut tidak ada tanda-tanda aneh pada Cahya sebelumnya. Ia dikenal sebagai pribadi yang tertutup, kalem, dan tak pernah terlibat masalah. Pencarian telah dilakukan ke berbagai tempat—mulai dari sekolah, rumah teman-temannya, hingga area perbukitan dan hutan di sekitar Simpenan. Pencarian bahkan diperluas ke wilayah Cikidang dan Cisolok.
Namun, yang membuat keluarga makin curiga, muncul percakapan WhatsApp yang menyebut nama Cahya setelah ia dinyatakan hilang. Dalam chat itu, seorang bernama Denis mengaku sempat bertemu dengan Cahya di malam sebelum kejadian. Chat tersebut juga melibatkan seorang alumni sekolah bernama Ayu.
“Kami lihat Ayu ini aktif cari info soal Cahya, tapi saat ditanya langsung, jawabannya nggak meyakinkan. Katanya cuma iseng,” ucap Dandi, merasa jengkel karena sikap tidak serius dari yang bersangkutan.
Budri, paman Cahya, turut menaruh curiga besar terhadap kemungkinan adanya unsur kriminal.
“Ada yang kami lihat seperti menyimpan dendam sama Cahya. Dari beberapa percakapan yang kami temukan, ini nggak bisa dianggap angin lalu. Bisa jadi ada yang sengaja membuat Cahya ‘menghilang’,” ujar Budri.
Keluarga pun mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus ini. Laporan resmi sudah dilayangkan, dan mereka berharap penyelidikan bisa dilakukan secara menyeluruh terhadap semua yang terlibat.
“Kami ingin kasus ini ditangani serius. Negara harus hadir untuk warganya. Jangan sampai Cahya jadi korban ketidakpedulian,” kata Budri penuh harap.
Menanggapi laporan tersebut, KBO Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Sapri, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti.“Saya dalami dulu ya. Nanti saya kirim anggota untuk penyelidikan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.





