BERITAUSUKABUMI.COM-Ia keluar rumah dengan senyum dan niat baik, menjemput rezeki. Tapi yang pulang ke rumah bukan senyum, melainkan kabar duka.
Ia pergi hanya untuk bekerja. Seperti malam-malam sebelumnya, Yoga Firdaus (36), warga Kecamatan Sukaraja Sukabumi ini berpamitan kepada keluarganya.
Dengan mobil Suzuki Ertiga yang dikendarainya, ia melaju meninggalkan Sukabumi membawa harapan, pulang membawa rezeki. Namun malam itu berbeda. Ia tak pernah kembali.
Dua hari keluarganya bertanya-tanya, ke mana Yoga? Mengapa tak ada kabar? Kekhawatiran berubah menjadi duka saat mereka mendapat kabar bahwa Yoga ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Ciawi, Bogor.
Ia sudah terbaring di ruang ICU RSUD Ciawi Bogor. Tubuhnya hangus oleh luka bakar yang diduga akibat siraman air keras. Wajahnya nyaris tak dikenali, tubuhnya lemah tak berdaya.
Yang lebih memilukan, ia sempat berjalan kaki sejauh dua kilometer—dengan tubuh terbakar, sambil meminta pertolongan. Betapa kuat ia ingin hidup. Tapi sekali lagi, luka-lukanya lebih cepat dari harapan.
Ia akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD Ciawi. Diduga, Yoga menjadi korban pembegalan brutal yang disertai kekerasan tak manusiawi. Siraman air keras bukan hanya menyakitkan, tapi meninggalkan jejak kebengisan yang dalam.
Jenazahnya diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jakarta, lalu dimakamkan di TPU Ahlil Khoer, Cisaat, pada 15 April. Ia pergi membawa luka.
Keluarga sepenuhnya sudah menyerahkan dan mempercayakan peristiwa ini ke kepolisian (Polsek Ciawi Polres Bogor).
Keluarga percaya polisi cepat atau lambat bisa mengungkap siapa pelakunya. Dan, keluarga sudah berpasrah tapi tetap sepenuhnya berharap, si pelaku bisa secepatnya ditemukan di manapun, kapanpun dan siapapun itu.





