Merasa Dirugikan Keluarga Siswa Korban Keracunan MBG di Simpenan Ini Nekad Lapor Polisi

Dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SDN Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, resmi dilaporkan ke polisi. Sejumlah siswa mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menu MBG yang diduga kuat jadi penyebab keracunan di Kecamatan Simpenan (istimewa)

BERITAUSUKABUMI-Merasa dirugikan, seorang warga dari pihak siswa di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi resmi melaporkan kasus keracunan massal yang menimpa siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi ke pihak kepolisian.

Dari berkas laporan yang diterima BERITAUSUKABUMI.COM, laporan pengaduan tersebut diterima Polres Sukabumi pada Rabu (28/1/2026) malam.

Pelapor atas nama Tata Sudarta, warga Kampung Bojongkopo RT 011/001 Desa Loji, melaporkan dugaan keracunan makanan yang dialami cucunya, Neng Widia, siswi kelas 5 SDN Bojongkopo, setelah mengonsumsi menu MBG (Makan Bergizi Gratis) di sekolah.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan tersebut dijelaskan, peristiwa bermula pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB saat korban berangkat ke sekolah. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama siswa lainnya mengonsumsi menu MBG yang disediakan di lingkungan sekolah.

Menu makanan yang dikonsumsi antara lain nasi, tahu goreng, nugget, sayur wortel dan buncis, serta buah jeruk. Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, korban mulai merasakan mual dan muntah.

Kondisi korban semakin memburuk pada sore hari. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban mengalami muntah berulang hingga dua kali dan sempat dirawat di Puskesmas Kecamatan Simpenan.

Namun karena kondisinya semakin lemah dan kritis, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tak hanya korban, laporan itu juga menyebutkan bahwa banyak siswa lain mengalami gejala serupa dan menjalani perawatan medis setelah mengonsumsi menu MBG yang sama. Dugaan keracunan massal ini pun memicu kekhawatiran orang tua siswa dan masyarakat setempat.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas penyebab keracunan, termasuk memastikan standar keamanan dan kelayakan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan ke sekolah-sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut guna mengetahui ada tidaknya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam peristiwa dugaan keracunan massal itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *