BERITAUSUKABUMI.COM-Serikat Petani Indonesia (SPI) sebagai organisasi massa tani mendorong lahirnya petani-petani muda termasuk di Sukabumi, baik melalui pendidikan, praktek pertanian agroekologi, maupun pembangunan koperasi petani.
Mewujudkan hal itu, DPP SPI mulai 28-31 Juli 2022 mengadakan Kemah Petani Muda. Di mana Kemah Petani Muda ini bertujuan membahas tantangan yang dihadapi pemuda di sektor pertanian dari tingkal lokal, nasional hingga internasional maupun memperkuat solidaritas petani muda serta mendorong regenerasi petani muda di Indonesia yang ramah lingkungan.
LIHAT JUGA
SPI Sukabumi Kritisi Perpanjangan HGU PT Djaja Perkebunan Sindu Agung
SPI Bongkar Dibalik Pelepasan Lahan Lima Hektar dari PT Pasir Salam ke Pemkab Sukabumi
“Kemah Petani Muda adalah agenda nasional program DPP SPI dengan peserta jumlah 100 orang mewakili 19 propinsi se-Indonesia, dan Sukabumi dipilih menjadi lokasi kegiatan. Acara akan dilaksanakan tanggal 28-31 Juli 2022 di Basis perjuangan SPI Pasirdatar Kecamatan Caringin,”ungkap Ketua SPI Sukabumi, Rozak Daud dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu 27 Juli 2022.
Menurut Rozak pertumbuhan populasi manusia yang sangat besar setiap tahunnya, namun berbanding terbalik dari pemenuhan pangan. Sementara jumlah petani semakin berkurang dan bahkan menghadapi krisis regenerasi petani. Salah satu penyebabnya keterlibatan dan ketertarikan kaum muda menjadi petani sangat minim,”
Maka dengan kegiatan Kemah Petani Muda mengangkat tema utama yakni “Pemuda Bertani : Pangan Berdaulat” ini Rozak Daud berharap bisa melahirkan kader dan regenerasi dunia pertanian.
“Pemuda memiliki peranan penting demi keberlanjutan masa depan petani dan ketersediaan pangan untuk ummat manusia, pemuda tani merupakan agen perubahan karena mereka juga mampu menggerakkan orang tua mereka,”terangnya.
Menurut Rozak Daud pertanian agroekologi merupakan sistem pertanian ramah lingkungan tanpa penggunaan pestisida dan bahan kimia. Langkah ini dinilai sangat efektif untuk menanggulangi bencana lingkungan akibat penggunaan bahan kimia dan pestisida seperti pencemaran lingkungan dan pencemaran air bersih.
“Karena di SPI, pemuda berada di garis depan perjuangan mampu mengembangkan wawasan serta kesamaan visi tentang keorganisasian dan perjuangan petani, sehingga terjadi pelibatan yang penuh serta militansi pemuda dalam kegiatan-kegiatan organisasi SPI,”ujar Rozak Daud.
editor : Irwan Kurniawan





