Keputusan Dewan Juri Durian asal Parungkuda jadi Juara 1 Diprotes Peserta

Keputusan dewan juri kontes durian diprotes peserta
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Soemantri memberikan hadiah kepada juara I Kontes Durian di Festival Durian Lokal Unggulan Sukabumi

BERITAUSUKABUMI.COM-Keputusan dewan juri pada Kontes Durian di Festival Durian Lokal Unggulan Sukabumi 2023 yang memutuskan Durian jenis Si Bugis dari Kampung Cibugis Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, diprotes seorang peserta.

Diketahui seorang peserta yang protes tersebut berasal dari Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi, yang memiliki nama akun Oentoeng Sapoetra Dinata Dipraja di Facebook. Ia memprotes keputusan dewan juri karena dianggap keliru.

Keputusan dewan juru dinilai keliru sebab dalam penilaiannya hanya berdasarkan jumlah bendera yang disimpan atau ditancapkan sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bacaan Lainnya

Di mana, Durian-durian yang diikut sertakan kontes yang banyak tertancap bendera, maka durian itu dianggap sebagai juara.

“Nilai/Angka Paling Tinggi DARI Kecamatan Cikakak. Yang Juara PARUNG KUDA. Wkwkwkkw… Sertifikat Juara Bodong..Jumlah Nilai Juara Kosong.”tulis Oentoeng Sapoetra Dinata Dipraja seperti dikutip BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (7/1/2023).

LIHAT JUGA : 

Dikutip dari Tribunjabar.com, Kabid Sarana Dinas Pertani Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan mengatakan, panitia tidak tahu siapa yang akan menjadi juara.

“Kami juga tidak tahu juaranya bakal siapa bakal siapa, kami tidak tahu. Nah, ini adalah hasil keputusan juri. Toh, ada yang protes, namanya juga lomba ada yang kalah ada yang menang. Itu tentu saja tidak kepuasan, mangga wae. Cuma kami berpegang teguh kepada hasil keputusan juri yang sudah disepakati,” ujar Deni di lokasi acara di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu.

Menurutnya, penilaian dari Forkopimda digabungkan dengan penilaian dari juri dari Kementerian Pertanian, mulai nilai dari segi tekstur, aroma, hingga rasa.

“Kan sudah dicoba semua sama para pimpinan itu. Menurut beliau itu paling enak jadi ditancap bendera. Bukan penilaian terbanyak, itu kan bendera, bendera terbanyak itu juara. Kalau tim penilai itu memang ekspert, tapi kan itu perhitungannya dia mewakili satu orang,” kata Deni.

“Jadi, bendera itu sudah kami bekali masing-masing juri itu enam bendera. Dia mau menancapkan benderanya, misalnya, di satu durian, mangga, itu hak perogratif juri. Ekspert penilaian panitia dihitung satu orang,” ucapnya.

Terkait adanya protes, kata Deni, hal itu menjadi evaluasi panitia untuk selanjutnya dibahas dengan pimpinan daerah.”Tentu saja kita akan melaporkan semuanya kepada pimpinan, dan menunggu arahan dari pimpinan seperti apa,” ujarnya.

Untuk diketahui, juara pertama diraih oleh si Bugis dari Kampung Cibugis Parungkuda, juara dua diraih oleh jenis Durian si Rusa dari Kampung Cililin Boja Desa Margalaksana Kecamatan Cikakak dan untuk juara ketiga diraih oleh Durian si Lenggut dari Kampung Sukasari Kecamatan Cikakak.


editor : Irwan Kurniawan

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *