Diperlakuan Kasar TKW Asal Cikakak Sukabumi Meninggal Dunia di Suriah

Sri Erni Juniarti (42 tahun), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cimaja Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia di negara tempat bekerja yakni Suriah.
Foto almarhum Sri Erni semasa hidup (aponnanan)

beritausukabumi.com-Sri Erni Juniarti (42 tahun), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Cimaja Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia di negara tempatnya bekerja yakni Suriah.

Menurut pengakuan keluarga Sri Erni Juniarti, sebelum dilaporkan meninggal dunia, Sri Erni sempat mengabarkan kepada keluarganya jika dirinya mendapat perlakuan kasar dari majikannya di Suriah.

Sampai saat ini, jasad Sri Erni belum dipulangkan. Pihak keluarga terutama suaminya masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan pihak terkait termasuk dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah, untuk meminta jasad Sri Erni dipulangkan.

Bacaan Lainnya

Selain meminta jasad Sri Erni segera dipulang, keluarga juga berharap pemerintah menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian Sri Erni yang dianggap janggal tersebut.

“Tanggal 14 kemarin, saya masih sempat chat dengan almarhum Sri. beliau (Almarhum Sri Erni) curhat kalau majikannya memukul kepalanya pakai panci sampai berdarah. Almarhum juga minta didoakan agar majikannya berubah lebih baik,”ungkap Bambang Permadi, sepupu Sri Erni Juniarti kepada sejumlah wartawan, Sabtu (28/9/2024).

Ia dan keluarganya kali pertama mengetahui informasi Sri Erni Juniarti telah meninggal dunia dari Kedutaan KBRI di Suriah.

“Tanggal 19-20 kemarin, KBRI memberi kabar bahwa Sri Erni meninggal dunia. Katanya almarhum Sri jatuh saat bekerja dan mengalami pendarahan di otak,”terangnya.

Dikatakan Bambang, Sri Erni berangkat bekerja ke Suriah pada tahun 2022 lalu. Namun, keluarganya baru mengetahui kalau Sri Erni bekerja di negara tersebut setahun kemudian.

Selama dua tahun bekerja di Suriah, Sri Erni hanya sekali mengirimkan gaji kepada keluarganya sebesar Rp20 juta pada tahun 2023.

Namun, setelah itu, keluarga tidak menerima kiriman lagi.“Gajinya katanya ada di kedutaan untuk satu tahun terakhir, tapi belum dikirim,” tambah Bangbang.

Sri Erni meninggalkan tiga anak dan seorang suami. Anak tertuanya kini duduk di kelas 5 SD, sementara anak bungsunya masih berusia 5 tahun dan baru memasuki PAUD.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *