Bupati Asep Japar Sebut Tambang Liar Jadi Biang Banjir Bandang Cisolok dan Cikakak

Bupati Sukabumi Asep Japar menyoroti aktivitas tambang liar di hulu Sungai Cisolok yang diduga memicu banjir bandang di Cisolok dan Cikakak.
Bupati Sukabumi meninjau lokasi bencana banjir bandang di Cisolok (ist)

BERITAUSUKABUMI-Bupati Sukabumi Asep Japar menyoroti maraknya tambang tanpa izin di wilayah hulu Sungai Cisolok yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/10/2025).

“Salah satunya karena banyak tambang liar. Kami tidak akan tinggal diam, penambang ilegal akan ditindak bersama aparat kepolisian,” tegas Asep Japar pada Kamis (30/10/2025).

Ia menilai, aktivitas tambang liar telah merusak keseimbangan alam. Bukit-bukit digali tanpa izin dan tanpa kajian lingkungan, membuat tanah gundul dan mudah tergerus air hujan.

Bacaan Lainnya

“Mereka tidak memikirkan dampak bagi masyarakat di bawah. Akibatnya, air turun tanpa kendali,” tambahnya.

Data BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, 902 kepala keluarga atau 2.798 jiwa terdampak. Sebanyak 47 rumah rusak, terdiri dari 27 rusak berat, satu rusak sedang, dan 21 rusak ringan. Fasilitas umum seperti SDN Cikahuripan, kantor desa, dan satu masjid juga mengalami kerusakan.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Warga kini bergotong royong membersihkan lumpur dan puing yang menutupi pemukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi, Eki Radiana, mengatakan pihaknya masih fokus pada penanganan darurat.“Kami belum menganalisis penyebab pasti. Sementara ini diduga karena curah hujan tinggi dan tanggul yang jebol di beberapa titik,” ujarnya.

Menurut Eki, aliran sungai yang membawa lumpur dan batang pohon besar menunjukkan adanya pendangkalan di hilir dan kemungkinan kerusakan di hulu.

Warga Desa Cikahuripan mengaku kaget dengan derasnya arus banjir yang membawa batang pohon besar hingga menabrak rumah.

“Kalau memang karena tambang liar, harus ditutup. Tapi kalau karena hujan ekstrem, perkuat tanggulnya,” kata Rini (38), warga setempat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Sungai Cisolok mulai tenang, namun sisa kerusakan masih terlihat di sepanjang aliran sungai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *