BERITAUSUKABUMI.COM-Anggaran Rp4,728 miliar disiapkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mengubah wajah Lapang Sekarwangi Cibadak.
Kawasan seluas sekitar 5.101 meter persegi itu akan ditata menjadi ruang terbuka publik yang tidak hanya mempertahankan fungsi olahraga, tetapi juga menjadi ruang ekonomi, sosial, budaya, dan aktivitas masyarakat.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi mengatakan sosialisasi tahap pertama sudah dilakukan pada Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan sejumlah tokoh untuk menyampaikan konsep serta rencana penataan kawasan.
“Hari ini kita sedang melaksanakan kegiatan sosialisasi tahap pertama untuk rencana pembangunan ruang terbuka publik Sekarwangi di Cibadak. Kita hadirkan masyarakat dan beberapa tokoh untuk menyampaikan rencana kegiatan kita,” ujar Sendi.
Sendi menegaskan, penataan kawasan tidak akan menghilangkan fungsi yang selama ini sudah berjalan di Lapang Sekarwangi.
Sedikitnya ada tiga fungsi utama yang akan tetap dipertahankan, yakni olahraga, kegiatan keagamaan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita akan siapkan di sana ada tiga fungsi yang memang tetap diselenggarakan. Yang pertama fungsi olahraganya tetap ada, kemudian sarana keagamaan yang biasa dilakukan masyarakat, kemudian juga fungsi ekonomi, salah satunya nanti ada food court,” jelasnya.
Selain itu, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas yang mendukung aktivitas UMKM, seni, dan budaya.
Menurut Sendi, penataan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga diarahkan agar RTP Sekarwangi menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Pemkab Sukabumi juga menyiapkan identitas khusus agar RTP Sekarwangi memiliki karakter yang merepresentasikan masyarakat Cibadak,”jelasnya.
Sendi menyebut sejumlah unsur lokal akan dimasukkan dalam konsep kawasan tersebut, termasuk ikon Cibadak, Nayor, serta gerbang bertema Sukabumi Mubarakah.
“Punya ciri khas sendiri. Nanti ada ikon Cibadaknya, kemudian ada Nayor yang kita siapkan, kemudian ada juga gerbang masuk Mubarakah,” ungkapnya.
Konsep tersebut diharapkan membuat RTP Sekarwangi tidak sekadar menjadi ruang publik, tetapi juga memiliki identitas yang dapat menjadi bagian dari wajah kawasan Cibadak.
Sendi menargetkan pembangunan RTP Sekarwangi Cibadak dapat diselesaikan sebelum Desember 2026.“Target kita selesai sebelum Desember 2026,” kata Sendi.
Namun, sebelum pembangunan berjalan, pemerintah masih akan melakukan komunikasi lanjutan dengan pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat yang selama ini berlangsung di kawasan Lapang Sekarwangi tetap dapat terakomodasi setelah penataan.
Ditambahkan Sendi, penataan Lapang Sekarwangi bukan gagasan baru. Menurut Sendi, rencana tersebut sudah lama menjadi pembahasan dalam agenda pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi.
Ia menyebut wacana penataan Lapang Sekarwangi telah muncul sejak 2001 dan berulang kali masuk dalam rancangan pembangunan daerah pada setiap periode pemerintahan.
“Setahu saya dari tahun 2001 sudah mulai ramai dibahas berkaitan dengan bagaimana rencana penataan Lapang Sekarwangi ini. Setiap periode pemerintahan itu pasti masuk dalam rancangan RPJMD. Hari ini baru kita bisa melaksanakan,” ungkapnya.
Sendi menegaskan, pembangunan RTP Sekarwangi Cibadak menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi.“Ya, ini salah satu program prioritas daerah,” pungkasnya.





