Bukan di Timur Tengah, 462 Pohon Kurma Barhee Ini Berbuah di Ciemas Sukabumi

Kebun kurma Barhee di Desa Mekarsakti, Ciemas, Sukabumi, sukses berbuah di usia muda. Anggota DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet, menilai keberhasilan ini membuka peluang agrowisata dan penguatan ekonomi masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh.
Pohon kurma yang identik dengan iklim gurun ternyata bisa tumbuh subur di selatan Sukabumi. Tepatnya di Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Siapa sangka, pohon kurma yang identik dengan iklim gurun ternyata bisa tumbuh subur di selatan Sukabumi.

Lokasinya yang berada di kawasan Geopark Ciletuh dinilai strategis untuk menjadi destinasi edukasi dan wisata perkebunan.

Tepatnya di Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas,  Kabupaten Sukabumi, terdapat kebun kurma Barhee seluas 7 hektare yang kini menjadi perhatian banyak pihak.

Bacaan Lainnya

Di lahan ini, berdiri tegak 462 pohon kurma Barhee yang bibitnya berasal dari hasil kultur jaringan. Metode ini menghasilkan tanaman dengan kualitas unggul, sehingga meski baru berusia muda, sebagian pohon sudah mulai berbuah manis.

Anggota Komisi IV  DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet, yang berkesempatan mengunjungi kebun pohon kurma tersebut, mengaku kagum dengan keberhasilan petani setempat.

Kebun kurma Barhee di Desa Mekarsakti, Ciemas, Sukabumi, sukses berbuah di usia muda. Anggota DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet, menilai keberhasilan ini membuka peluang agrowisata dan penguatan ekonomi masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh.
Anggota DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet, meninjau kebun kurma Barhee seluas 7 hektare di Desa Mekarsakti, Ciemas, Sukabumi, yang kini mulai berbuah dan berpotensi menjadi destinasi agrowisata baru di kawasan Geopark Ciletuh (ist)

“Banyak yang terkejut, kok kurma bisa tumbuh di Sukabumi? Rahasianya ada pada kombinasi tanah yang sesuai, perencanaan matang, dan kerja keras petani,” ujar Slamet dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (9/8/2025).

Menurut Anggota DPR RI yang meliputi bidang Pertanian, Pangan, Maritim dan Kehutanan ini, keberhasilan menanam kurma di wilayah beriklim tropis ini bukan hanya menjadi prestasi pertanian, tetapi juga membuka peluang besar di sektor agrowisata.

Selain menawarkan buah kurma segar, kebun ini diharapkan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar melalui berbagai peluang usaha, mulai dari penjualan produk olahan kurma, jasa pemandu wisata, hingga homestay bagi wisatawan.

“Kalau pohon padang pasir saja bisa tumbuh subur di sini, kita yakin banyak potensi besar lain yang bisa diwujudkan bersama,” tambah Slamet.

Slamet berharap Pemerintah daerah dan pelaku wisata setempat harus melirik kebun kurma ini sebagai salah satu ikon baru yang bisa mengangkat citra Sukabumi sebagai daerah yang inovatif dalam memanfaatkan potensi alamnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *