Antisipasi Kasus Keracunan MBG, Forkopimcam Surade Tingkatkan Pengawasan

Rapat koordinasi lintas sektoral bersama sejumlah SPPG program Makan Bergizi Gratis yang digelar Forkopimcam Surade, Rabu (1/10/25).| Foto: Ist

BERIATUSUKABUMI.COM Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menjadi sorotan publik. Sejak diluncurkan, program ini memang memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan.

Di sisi lain, muncul pula berbagai persoalan serius dalam implementasinya. Salah satu yang paling mencuat adalah terjadinya sejumlah kasus keracunan massal di beberapa daerah, termasuk di Jawa Barat.

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sedikitnya 56 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dinonaktifkan sementara karena terkait kasus tersebut. Salah satunya bahkan berada di Kabupaten Sukabumi. Kondisi ini membuat banyak pihak khawatir sekaligus mendorong aparat pemerintahan di tingkat daerah untuk memperketat pengawasan.

Bacaan Lainnya

Di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) langsung mengambil langkah antisipatif.

Forkopimcam Surade pada Rabu (1/10) menggelar rapat koordinasi khusus bersama SPPG di Aula Kantor Kelurahan Surade. Pertemuan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Camat Surade U. Suryana, Kapolsek Surade, perwakilan Danramil, Koordinator SPPG Kecamatan, Lurah Surade, perwakilan Pemdes, UPTD Puskesmas Surade dan Buniewnfi, BPP Pertanian, Dalduk, pengawas pendidikan, PGRI Surade, hingga para kepala dapur SPPG.

Camat Surade, U. Suryana, menegaskan bahwa sampai saat ini belum pernah terjadi kasus keracunan MBG di wilayahnya. Meski begitu, ia menilai perlu adanya upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah hingga kini Kecamatan Surade aman dari kasus keracunan seperti yang terjadi di beberapa kecamatan lain. Tapi kita tidak boleh lengah. Melalui rapat ini, kita ingin berdiskusi, mengevaluasi, sekaligus menyerap masukan dari semua pihak agar program Presiden Prabowo benar-benar berjalan baik, lancar, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” kata Camat Surade.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pihak juga menyampaikan pandangan. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, yang mewakili penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasihnya atas adanya program MBG. Menurutnya, bantuan makanan bergizi gratis ini sangat membantu siswa dan sejauh ini belum pernah ada kendala serius.

“Kami keluarga besar SMAN 1 Surade selaku penerima manfaat mengapresiasi program ini. Harapan kami ke depan tata kelolanya bisa semakin baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, H. Anwar Saddad selaku mitra penyelenggara SPPG menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka menerima kritik dan masukan.

“Kami sadar program ini masih baru, jadi tentu ada kekurangan. Namun kami selalu berupaya memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik. Semua masukan dari masyarakat akan kami tampung demi perbaikan,” ucapnya.

Saat ini, di Kecamatan Surade memiliki delapan dapur SPPG yang setiap harinya menyiapkan sekitar 3.200 paket makanan. Penerima manfaatnya mencakup berbagai kelompok, mulai dari anak usia PAUD, siswa SMP dan SMA, hingga bayi, balita, serta ibu menyusui. Jumlah ini menjadi tanggung jawab besar bagi pemerintah kecamatan agar distribusi dan kualitas makanan tetap terjaga dengan baik.

Camat U. Suryana menutup rapat dengan menegaskan pentingnya sinergi dan konsistensi dalam menjalankan program MBG.

“Kami berharap seluruh pihak terus berkoordinasi dan bersatu padu menjaga program ini. Tujuan kita adalah agar generasi penerus mendapatkan makanan sehat, aman, dan bergizi. Ke depan, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara rutin agar tidak ada celah yang bisa menimbulkan masalah,” tandasnya.

Dengan adanya langkah preventif yang dilakukan Forkopimcam Surade, masyarakat setempat optimis program MBG bisa terus berjalan sesuai harapan, memberikan manfaat nyata tanpa menimbulkan kekhawatiran akan insiden keracunan seperti yang terjadi di wilayah lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *