BERITAUSUKABUMI.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta seluruh sekolah di Indonesia aktif menyampaikan keluhan apabila menemukan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai standar.
Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, pengaduan dapat disampaikan langsung kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun melalui fasilitas pengawasan pemerintah yang telah disiapkan.
“Kalau ada yang tidak sesuai, sekolah bisa menyampaikan keberatan kepada SPPG. Sekali, dua kali, tiga kali silakan laporkan. Ada call center, di kantor saya juga ada command center, jadi kami bisa cepat menindaklanjuti,” ujar Zulhas usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemuda Muhammadiyah di Bekasi, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan, Program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Program nasional tersebut menargetkan sekitar 82,9 juta anak sebagai penerima manfaat. Zulhas mengakui, cakupan sebesar itu bukan pekerjaan mudah dan masih membutuhkan banyak penyempurnaan.
“Angka 82 juta itu sangat besar. Negara lain mungkin butuh puluhan tahun, sedangkan kita baru berjalan satu tahun. Tentu masih ada kekurangan di sana-sini yang terus kami benahi,” katanya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak ingin ada masalah sekecil apa pun dalam pelaksanaan program tersebut karena menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.
Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menutup sebanyak 1.780 SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar pelayanan.
“Ada 1.780 SPPG ditutup karena tidak sesuai standar yang diberikan. Itu langkah tegas, dan kami akan terus melakukan perbaikan lebih keras,” tegas Zulhas.
Pemerintah memastikan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG akan terus diperketat agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat secara maksimal.





