Akibat Guyuran Hujan, Rumah Warga Nagrak Mendadak Ambruk

Rumah warga Desa Kalaparea Kecamatan Nagram ambruk saat diguyur hujan deras pada Rabu malam (22/10).| Foto: p2bk

BERITAUSUKABUMI.COM Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu, 22 Oktober 2025 malam tadi.

Peristiwa terjadi sekira pukul 23.00 WIB dan menyebabkan satu rumah warga di Kampung Nyenang RT 03/01, Desa Kalaparea, ambruk. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.

Rumah milik seorang warga bernama Jajan (1 kepala keluarga, 1 jiwa) roboh total di bagian atap. Saat kejadian, pemilik rumah tengah tertidur di dalam rumah dan sempat tertimpa reruntuhan bangunan. Namun berkat beberapa perabot yang menahan runtuhan, ia berhasil selamat tanpa mengalami luka berarti.

Bacaan Lainnya

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, faktor utama penyebab ambruknya rumah adalah curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, serta kondisi bangunan yang sudah lapuk.

“Benar, rumah milik Pak Jajan ambruk akibat hujan deras semalam. Bangunan itu semi permanen, dan beberapa tiang penyangganya sudah rapuh. Untungnya saat kejadian warga cepat membantu evakuasi sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Miky dalamketerangannya Kamis (23/10).

Ia menjelaskan, pihaknya bersama unsur terkait seperti pemerintah desa, Unit Reaksi Cepat (URC) PB Desa Kalaparea, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat langsung melakukan assessment ke lokasi. Saat ini, masyarakat bergotong-royong membersihkan reruntuhan rumah yang rusak.

“Korban untuk sementara mengungsi ke rumah anaknya yang masih satu kampung. Kami sudah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, BAZNAS, dan Dinas Sosial untuk pengajuan bantuan material bangunan serta kebutuhan dasar,” tambahnya.

Menurut data sementara, peristiwa ini tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material akibat rumah ambruk total. Rumah tersebut sebelumnya telah diusulkan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun belum mendapatkan giliran realisasi.

Pihak P2BK Nagrak juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

“Kami mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan disertai angin dan petir. Bila rumahnya sudah lapuk, sebaiknya segera diperkuat atau diantisipasi sejak dini,” tutup Miky.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *