Jembatan Gantung Nangela di Tegalbuled Sukabumi Kini Sudah Bisa Dilewati Warga

Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, untuk memiliki jembatan gantung yang permanen akhirnya terwujud.
Jembatan gantung di Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, untuk memiliki jembatan gantung yang permanen akhirnya terwujud.

BERITAUSUKABUMI.COM-Kebutuhan warga Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, untuk memiliki jembatan gantung yang permanen akhirnya terwujud.

Ini setelah Pemkab Sukabumi, tuntas merampung pengerjaan jembatan gantung yang memiliki panjang 50×1,3 meter tersebut.

Jembatan gantung itu dapat menghubungkan sejumlah kampung, diantaranya, Kampung Bolenglang Puncak Kaleang, Cadas Malang, dan kampung sekitar yang ada di Desa Nanggela.

Bacaan Lainnya

Jembatan yang dapat menampung beban sekitar 400 kilo ini menjadi akses utama warga untuk pendidikan hingga mengantar hasil bumi. Apalagi, ada sekitar 250 kepala keluarga (KK) yang mengakses jembatan tersebut.

Sebelumnya, masyarakat sekitar memiliki akses jembatan untuk melintas. Namun, jembatan itu hancur akibat bencana banjir yang melanda.

LIHAT JUGA : 

Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat acara peresmian jembatan gantung Nanggela mengatakan, pembangunan jembatan ini berasal dari biaya tidak terduga (BTT).

“Jembatan di sini terkena bencana. Sehingga aktifitas masyarakat terganggu. Atas hal itu, kami memberikan jalan lewat BTT . Selagi memungkinkan dan ada anggaran yang bisa didorong, kita dorong,”terangnya.

Apalagi, ungkap Marwan ada sekitar 250 kepala keluarga yang mobilitasnya sangat membutuhkan jembatan tersebut. Baik sebagai penunjang pendidikan, kesehatan, maupun membawa hasil pertanian.

“Semoga jembatan baru ini memberikan fungsi serta solusi. Pendidikan anak tidak terganggu,komunikasi dan ekonomi masyarakat berjalan baik,” harapnya.

Pasca peresmian jembatan ini, Marwan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaganya. Sehingga, jembatan tersebut masa pakainya lama.”Mari bersama -sama menjaga dan merawat jembatan ini supaya tetap dalam kondisi terbaiknya,” pungkasnya.


penulis : M. Pajar

editor : Hasna Fatimah Zahra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *