Gilang Ramadan: Pemuda Sukabumi Jadi Motor Transformasi Digital Desa Ramah Investasi

Transformasi digital desa di Sukabumi semakin berkembang. Ketua Milenial/Gen Z Sukabumi, Gilang Ramadan, menegaskan peran pemuda dalam mendorong digitalisasi administrasi dan menciptakan desa ramah investasi yang modern, transparan, dan berdaya saing.
Transformasi digital di tingkat desa terus menunjukkan perkembangan signifikan di Kabupaten Sukabumi. Peran aktif generasi muda yang melek teknologi menjadi motor utama percepatan digitalisasi sekaligus mendorong terciptanya desa ramah investasi dan berdaya saing.(istimwa)

BERITAUSUKABUMI.COM-Transformasi digital di tingkat desa terus menunjukkan perkembangan signifikan di Kabupaten Sukabumi. Peran aktif generasi muda yang melek teknologi menjadi motor utama percepatan digitalisasi sekaligus mendorong terciptanya desa ramah investasi dan berdaya saing.

Ketua Milenial/Gen Z Sukabumi, Gilang Ramadan, menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal perubahan menuju tata kelola desa yang modern dan transparan.

“Digitalisasi desa bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pemuda harus hadir menjadi penggerak, mulai dari literasi digital hingga sistem administrasi berbasis teknologi,” ujar Gilang Ramadan kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Senin (16/2/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Gilang, berbagai program literasi digital dan pelatihan teknologi informasi kini mulai digencarkan di sejumlah desa di Sukabumi.

Langkah konkret yang telah berjalan antara lain pengajuan surat menyurat secara online, pendataan warga berbasis sistem informasi, hingga transparansi anggaran desa melalui platform digital.

Ia menyebut, sistem administrasi digital mampu memangkas waktu pelayanan hingga lebih efisien serta meminimalisir potensi kesalahan data.

“Dengan sistem berbasis digital, pelayanan publik menjadi lebih cepat, akurat, dan akuntabel. Ini juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa,” jelasnya.

Tidak hanya berfokus pada tata kelola pemerintahan, pemuda Sukabumi juga aktif mempromosikan potensi desa kepada investor.

Pemanfaatan media sosial, website desa, hingga platform pemasaran digital menjadi strategi utama untuk mengenalkan sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata lokal, ekonomi kreatif, serta UMKM.

Gilang menilai, promosi digital membuat potensi desa lebih mudah diakses investor karena informasi disajikan secara profesional dan berbasis data.

“Investor butuh kepastian dan keterbukaan informasi. Dengan digitalisasi, desa bisa menampilkan peta potensi usaha, kemudahan perizinan, hingga data pendukung lainnya secara transparan,” katanya.

Konsep desa ramah investasi, lanjut Gilang, diwujudkan melalui penyediaan informasi terbuka, kemudahan akses layanan, serta penguatan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Digitalisasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang efisien dan terpercaya.

Kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat daya saing desa di era digital.

“Desa bukan hanya objek pembangunan. Desa adalah subjek utama yang bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang modern, inklusif, dan ramah investasi,” tegas Gilang Ramadan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *