Kini Donasi Pakaian untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulia Ditata Layaknya Toko,

Donasi pakaian layak pakai Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulia Ditata Layaknya Toko (istimewa)

BERITAUSUKABUMI.COM – Penyaluran bantuan bagi korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulia, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dilakukan dengan pendekatan berbeda.

Founder De sa Wisata Hanjeli, Hidayat Asep, menerapkan konsep penyaluran donasi pakaian yang lebih tertata agar para penyintas dapat menerima bantuan dengan lebih layak dan bermartabat.

Pakaian bantuan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia tidak langsung dibagikan kepada warga. Seluruh donasi terlebih dahulu disortir, dirapikan, lalu digantung sehingga masyarakat terdampak dapat memilih pakaian sesuai kebutuhan, seperti berbelanja di sebuah gerai pakaian.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami berada di Kasepuhan Cipta Mulia, menyaksikan sekaligus terlibat langsung dalam aktivitas kemanusiaan di tengah kondisi pascabencana yang masih menyisakan duka. Kami mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih tertata dan bermartabat dalam penanganan donasi, khususnya pakaian dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Hidayat Asep, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, penanganan bantuan tidak cukup hanya memastikan barang sampai kepada penerima. Cara penyaluran juga harus mampu menjaga harga diri para penyintas yang kehilangan rumah dan harta benda akibat musibah kebakaran.

Karena itu, seluruh pakaian dipilah berdasarkan jenis dan kelayakan, kemudian ditata dengan rapi agar penerima dapat memilih sendiri pakaian yang dibutuhkan dalam kondisi bersih dan layak pakai.

Hidayat mengatakan pendekatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak penyintas merasa lebih nyaman saat memilih pakaian, bahkan kembali menunjukkan semangat di tengah situasi yang masih sulit.

“Alhamdulillah, senyum dan kebahagiaan terpancar dari masyarakat. Hal sederhana seperti pakaian yang ditata dengan rapi ternyata mampu mengembalikan rasa percaya diri dan harapan mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi kemanusiaan seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dalam proses distribusinya.

“Ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang memanusiakan manusia. Kepedulian harus dihadirkan dengan cara yang lebih baik agar mereka yang menerima bantuan tetap merasa dihargai,” tegasnya.

Hidayat berharap konsep penyaluran donasi yang lebih bermartabat tersebut dapat menjadi contoh dalam penanganan bantuan kemanusiaan, khususnya saat terjadi bencana di berbagai daerah.

“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari solusi dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan bantuan yang tidak hanya cepat, tetapi juga menghormati martabat para penyintas,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *